Pewarta.TV, MALANG – Menumbuhkan keinginan tinggi untuk berliterasi dan merasakan seni menjadi salah satu visi utama mahasiswa Kementerian Brawijaya Mengajar Universitas Brawijaya dalam program kerja nya yaitu Literasa. Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan 6 kali dimulai dari 13 September – 18 Oktober 2025 setiap hari Sabtu. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengabdi secara langsung pada masyarakat marginal di Kampung Topeng.
Acara ini hadir sebagai jawaban dari banyaknya pertanyaan mengenai kesenjangan pendidikan kaum marjinal. Program ini menjadi ajang untuk menyalurkan kreativitas melalui kata dan karya seni, sekaligus menumbuhkan semangat literasi yang berjiwa rasa.
Proses persiapan eksekusi kegiatan memakan waktu kurang lebih 3 bulan penuh. Mulai dari megumpulkan berbagai mitra sebagai tangan untuk menyukseskan acara sampai proses mengajar langsung kepada anak anak di Kampung Topeng.
Media pembalajaran yang diambil berbasis non-formal, dimana anak anak akan diajarkan untuk menyalurkan rasa seninya dalam bernyanyi, menari dan berlatih drama.
Tidak hanya berfokus pada anak anak disana, teman teman panitia juga kerap menyediakan wadah para orangtua masyarakat Kampung Topeng untuk belajar mengenai memulai usaha mikro mencetak ecoprint dari GriyaMadukara serta langkah awal memulai usaha yang di jelaskan langsung oleh pihak BUMN Kab. Malang.
Setiap kegiatan menghadirkan semangat ekspresi, kreativitas, dan empati yang menjadi inti dari Literasa. Dari program ini mahasiswa Brawijaya Mengajar menekankan penuh sebuah makna yang dimulai dari tulisan reflektif hingga lukisan yang menggambarkan perjalanan batin para peserta.
Kemeriahan acara berpuncak pada pagi Sabtu (18/11), penghargaan bagi anak-anak Kampung Topeng sebagai bentuk apresiasi dalam kegiatan literasi dan seni. Penampilan musik, drama, dan tarian yang telah mereka pelajari selama 5 pekan terakhir menjadi penutup kegiatan dengan suasana haru dan kebanggaan, menandakan keberhasilan acara dalam menumbuhkan semangat berkarya di kalangan generasi muda.
Literasa 2025 bukan sekadar sebuah acara, melainkan wujud nyata dari kepedulian terhadap pendidikan serta perkembangan karakter generasi muda. Melalui kegiatan literasi dan seni, anak-anak memiliki ruang untuk bermimpi, berekspresi, dan berani menunjukkan potensi terbaik mereka.
Kementerian Brawijaya Mengajar berharap semangat dan tujuan dari Literasa 2025 tidak berhenti di Kampung Topeng, tetapi terus menyebar ke berbagai penjuru. Menyalakan api literasi dan kreativitas di hati setiap anak Indonesia. Karena pada akhirnya, dari kata dan rasa, lahirlah masa depan yang lebih berdaya dan bermakna.(*)












