Example 728x250
Pendidikan

Ajak Warga Sekolah Peduli Lingkungan, SDN Segulung 04 Dagangan Lolos Sekolah Adiwiyata Kabupaten 2025

87
×

Ajak Warga Sekolah Peduli Lingkungan, SDN Segulung 04 Dagangan Lolos Sekolah Adiwiyata Kabupaten 2025

Sebarkan artikel ini

Pewarta.TV, Madiun – Meskipun jauh dari pusat kota, tidak menyurutkan semangat SDN Segulung 04 Dagangan, Kabupaten Madiun menjadi sekolah berkualitas. Sekolah yang berada di kawasan lereng Pegunungan Wilis itu meraih prestasi sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten tahun 2025.

Dalam Surat Keputusan Bupati Madiun No.100.3.3.2/254/KPTS/402.013/2025 tanggal 20 Juni 2025 Tentang Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Madiun Tahun 2025, SDN Segulung 04 Dagangan termasuk salah satunya.
“Dengan perjuangan yang tidak mengenal lelah dan atas kerjasama antara guru, siswa, wali murid dan warga masyarakat menghasilkan hal luar biasa. Semoga pada tahun 2026 nanti bisa diikutkan sekolah Adiwiyata tingkat provinsi,” ungkap Sutopo, SPd Kepala SDN Segulung 04 Dagangan.

Dijelaskan, Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang menerapkan hidup peduli lingkungan. Sekolah Adiwiyata bertujuan menyadarkan warga sekolah akan lingkungan sehingga dapat turut bertanggung jawab dalam penyelamatan lingkungan.

Ada beberapa tahapan yang ditempuh untuk menjadi sekolah Adiwiyata. Setelah ditunjuk ikut seleksi, SDN Segulung 04 Dagangan mengikuti sosialisasi yang diadakan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun. Dilanjutkan sosialisasi yang diikuti oleh guru, siswa, wali murid dan warga di sekitar sekolah.

Kemudian dibentuk enam tim untuk menangani aspek Penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (GPBLHS). Meliputi menjaga kebersihan, fungsi sanitasi dan drainase, mengelola sampah melali 3 R, melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon/tanaman, penghematan dan konservasi air, penghematan dan konservasi energi serta inovasi PRLH.

Aspek inovasi PRLH memberi nilai plus bagi peserta didik dengan berkreasi memanfaatkan sampah menjadi barang-barang yang bermanfaat. Seperti pembuatan peta Indonesia dari sisa kertas, pembuatan meja kursi dari ecobrik, daun kering untuk pupuk, pemanfaatan biopori dan mengolah jahe menjadi serbuk Aserehe (asli serbuk jahe).

Selain kegiatan inovatif, juga dilakukan pemeliharaan tanaman yang sudah ada dan penanaman di lahan kosong dalam area sekolah. Kegiatan penanaman dan perawatan dilaksanakan secara gotong-royong oleh paguyuban kelas.
“Termasuk administrasi pencapaian indikator juga dikerjakan paguyuban kelas, ” kata Sutopo.

Menurut, proses dan kegiatan Sekolah Adiwiyata di SDN Segulung 04 Dagangan, Kabupaten Madiun dimulai sejak September 2024. Sedangkan penilaian administrasi dan visitasi dilaksanakan pada Mei-Juni 2025. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *