Pewarta.TV, Ponorogo – Proses pengecoran jembatan penghubung Dukuh Bibis dan Gupit di Desa Bulu Lor masuk tahap krusial. Demi menghindari sambungan lemah dan retak struktur, pengecoran harus dilakukan secara terus menerus dalam satu hari. Alhasil, seluruh komponen masyarakat dikerahkan, Sabtu (31/08/2026).
Kamituwo Dukuh Bibis, Sukadi (57), yang juga koordinator penggerak masyarakat TMMD ke-129, memimpin pengerahan warga. Mulai dari warga Bibis, warga Gupit, perangkat desa, hingga anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Rayon Bulu Lor Ranting Jambon turun semua.
“Pengecoran ini membutuhkan tenaga yang sangat banyak karena tidak boleh ditunda, harus selesai dalam satu kali pengerjaan. Untuk itu kami gerakkan semua masyarakat dari Dukuh Bibis dan Dukuh Gupit,” ujar Sukadi.
Antusiasme warga sangat tinggi. Bukan hanya masyarakat, anggota Satgas TMMD dari Kodim 0802/Ponorogo juga dimaksimalkan. Danki Satgas TMMD ke-129, Kapten Ckm Suroto, bahkan ikut langsung terjun ke lokasi selain berkeliling mengecek sasaran fisik lainnya.
“Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang sangat antusias ikut bekerja bergotong royong bersama kami dalam menuntaskan pengerjaan sasaran fisik, termasuk pengecoran jembatan hari ini,” kata Kapten Suroto di sela kesibukan.
Aksi sengkuyung ini juga dihadiri Babinsa Desa Bulu Lor yang setiap hari aktif mendampingi kegiatan TMMD maupun tugas pembinaan wilayah.
Dengan pengerahan personel secara massal ini, ditargetkan pengecoran jembatan selesai tepat waktu dan hasilnya maksimal. Jembatan ini nantinya akan memutus rantai jalan memutar hampir delapan kilometer bagi warga Bibis dan Gupit.
Kebersamaan TNI, pemerintah desa, perguruan silat, dan warga menjadi bukti nyata semangat gotong royong menyukseskan TMMD ke-129. (ns)












