Pewarta.TV, Ponorogo – Pengerjaan paving jalan poros Desa Bulu Lor dalam TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo memiliki cara unik. Karena cuaca panas dan warga tetap harus bekerja, pembangunan dilakukan malam hari, sementara siang dipakai untuk pengukuran dan persiapan, Sabtu (01/08/2026).
Pagi ini anggota Satgas dari Yonif TP 934/SBY bersama warga tampak sibuk menimbang kerataan dan mengukur lebar badan jalan di Dukuh Ngipik. Benang ditarik, waterpass dipakai, dan patok dipasang agar malamnya pengerjaan paving bisa langsung jalan.
“Atas permintaan warga, mereka ingin terus membantu pembangunan TMMD ini. Tapi siang hari keberatan karena cuaca panas. Selain itu mereka juga harus bekerja untuk kebutuhan ekonomi. Maka mereka minta pekerjaan dilaksanakan malam hari,” ujar Sukariyadi (58), Kamituwo Ngipik.
Menurutnya, warga sangat mendukung TMMD di Desa Bulu Lor dan ingin sebisa mungkin ikut terlibat langsung bersama TNI.
“Ya begini ini Pak. Siangnya beberapa warga yang bisa kerja di sini mengukur dan menimbang badan jalan untuk ditarik benang bersama bapak-bapak TNI. Nah, nanti malam baru banyak warga kami yang mengerjakan pembangunan paving jalannya,” pungkasnya.
Sistem kerja “shift” ini lahir dari musim kemarau yang membuat aktivitas di lapangan tidak efektif saat siang. Untuk mengakomodir, Satgas TMMD membagi tugas: siang fokus pada penambangan, pengukuran dan pematokan, lalu malam hari pengerjaan paving dikebut bersama warga.
Cara ini terbukti efektif. Target fisik tetap dikejar, warga tetap bisa mencari nafkah di siang hari, dan semangat gotong royong tidak padam meski harus lembur di bawah lampu.
Kemanunggalan TNI dan rakyat di Bulu Lor sekali lagi terbukti. Bukan hanya tenaga yang dikerahkan, tapi juga solusi dan kebersamaan agar pembangunan jalan desa segera rampung dan bisa dirasakan manfaatnya. (ns)












