Example 728x250
Serba-Serbi

Dari Jembatan Bambu ke Permanen, TMMD Ke-129 Wujudkan Akses Layak di Bulu Lor

5
×

Dari Jembatan Bambu ke Permanen, TMMD Ke-129 Wujudkan Akses Layak di Bulu Lor

Sebarkan artikel ini

Pewarta.TV, Ponorogo – Infrastruktur dasar yang lama dinanti warga akhirnya dikerjakan. Melalui TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo, Satgas bersama masyarakat membangun jembatan permanen dan talud jalan di Dukuh Bibis, Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Sabtu (01/08/2026).

Selama ini warga Dukuh Bibis dan Dukuh Gupit harus memutar hampir delapan kilometer melalui Dukuh Bulu dan Ngipik hanya untuk mengangkut hasil panen dari sawah dan ladang. Kini belasan personel TNI dari Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu mengerjakan pembangunan jembatan yang melintasi Sungai Midodareni.

“Saya ini sudah tua. Sejak zaman dahulu penyeberangan jalan yang melintasi sungai Midodareni ini belum pernah dibangun. Selama ini kami menyeberang dari Gupit ke Bibis lewat jembatan sesek anyaman bambu. Hanya bisa jalan kaki atau sepeda motor, itupun tidak bisa membawa beban hasil panen sawah dan ladang kami,” ujar Damun (60), warga Dukuh Gupit.

Meski bukan warga Dukuh Bibis, semangat gotong royong membuat Damun ikut turun ke lokasi.

“Memang saya bukan warga Dukuh Bibis yang ketempatan pembangunan jembatan ini, tapi saya nantinya juga akan sering melewati jembatan ini. Jadi saya pagi ini ikut gotong-royong membangun jembatan bersama bapak-bapak TNI,” pungkasnya.

Pembangunan tidak berhenti di jembatan. Guna memastikan akses benar-benar layak, TMMD ke-129 juga membangun talud di sisi barat dan timur jembatan serta di kanan dan kiri jalan penghubung. Paket lengkap ini ditujukan agar jembatan dapat digunakan dalam jangka panjang dan aman saat musim hujan.

Diharapkan dengan terbangunnya jembatan dan talud ini, mobilitas warga meningkat, biaya transportasi turun, dan roda perekonomian Dukuh Bibis serta Gupit bisa berjalan lebih cepat.

TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo sekali lagi membuktikan fokusnya pada kebutuhan mendasar masyarakat. Dari jembatan bambu ke jembatan permanen, dari jalan memutar ke jalan pintas, inilah wujud kemanunggalan TNI dan rakyat. (ns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *