Pewarta.TV, Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)b menggelar Evaluasi Penyelenggaraan Inovasi Daerah Tahun 2025 dan Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah (IID) 2026 di Hotel Nata Azana Ngawi, Selasa (03/3/2026) sebagai langkah strategis memperkuat budaya inovasi lintas sektor.
Dengan capaian 418 inovasi dan predikat Kabupaten Terinovatif 2025, Ngawi menunjukkan bahwa inovasi bukan lagi gerakan sektoral, melainkan kolaborasi kolektif hingga tingkat desa.
Kepala Bappeda Ngawi Indah Kusumawardhani mengajak para inovator di daerah untuk lebih aktif sehingga dapat lebih meningkatkan efektivitas kebijakan dan kreativitas pemerintah
“Inovasi – inovasi yang muncul nantinya bias membantu membangun citra positif pemerintah, meningkatkan kinerja dan mendorong kesejahteraan masyarakat” ujarnya
Bupati Ngawi menegaskan, inovasi harus menghadirkan solusi nyata, terukur, dan berdampak luas bagi masyarakat. Sinergi antara perencanaan, dukungan anggaran, serta kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberlanjutan pembangunan.
Bupati Ngawi mengatakan inovasi merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memajukan daerah.
“ Kami berharap melalui kegiatan ini dapat menyelesaikan permasalahan serta dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan sosial dan pelayanan public” pungkasnya
Dalam sosialisasi ini melibatkan narasumber yang berkompeten dalm bidang inovasi dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementrian Dalam Negeri Dr. Yusharto Huntoyungo, M. Pd
Selain sosialisasi juga dilakukan evaluasi terhadap program inovasi yang telah dilaksanakan di Kabupaten Ngawi tahun 2025, dengan tujuan untuk mengidentifikasi keberhasilan dan kegagalan program inovasi, serta memperbaiki dan meningkatkan kualitas inovasi ke depan. (ik/adv)












