Pewarta.TV, Bondowoso – Tari Remo adalah tarian tradisional khas Jawa Timur yang menggambarkan kegagahan, kepahlawanan, dan keberanian seorang pangeran atau ksatria di medan perang.
Sebanyak 400 pelajar dari jenjang SD hingga SMP memeriahkan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan menampilkan Tari Remo Sutinah di Alun-alun Ki Bagus Asra, Senin (3/5/2026).
Para pelajar tampil kompak mengenakan busana serba hitam dengan selendang merah sebagai pelengkap. Gerak tari yang enerjik dan harmonis menciptakan suasana semarak di pusat kota Bondowoso.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menyebut pagelaran Tari Remo Sutinah ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari upaya memperkuat pelestarian kesenian tradisional sebagai identitas daerah.
“Ini adalah khasanah kita sendiri. Remo Sutinah perlu kita perkuat dan lestarikan sebagai identitas Bondowoso,” ujarnya.
Menurutnya, peringatan Hardiknas bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan menjaga keberlanjutan sejarah melalui pendidikan.
“Hardiknas ini adalah investasi untuk kepemimpinan masa depan,” tegasnya.
Ia menegaskan, sektor pendidikan menjadi prioritas pembangunan di Bondowoso. Meski demikian, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, seperti pemerataan fasilitas pendidikan serta distribusi tenaga pendidik dan kependidikan.
“Saat ini sedang kita lakukan pemetaan, termasuk melalui kebijakan zonasi,” imbuhnya.
Kendati menghadapi berbagai tantangan, Pemkab Bondowoso tetap optimistis mampu meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menjelaskan bahwa pemilihan Tari Remo Sutinah dalam peringatan Hardiknas bertujuan menyampaikan pesan semangat perjuangan kepada generasi muda.
“Sutinah adalah sosok pejuang dari Bondowoso yang mengekspresikan perjuangannya melalui tari Remo. Ini menjadi inspirasi bagi pelajar,” katanya.
Ia menambahkan, ke depan Dinas Pendidikan berencana menampilkan ragam kesenian tradisional lainnya dalam momentum serupa.
“Tahun depan akan kita tampilkan tarian lain,” ujarnya.
Taufan juga menegaskan, meski Tari Remo dikenal sebagai tarian khas Jawa Timur, di Bondowoso memiliki ciri khas tersendiri melalui sentuhan kreasi Sutinah.
Dalam upacara peringatan Hardiknas tersebut, sejumlah kepala OPD dan guru turut hadir dengan mengenakan pakaian adat, menambah nuansa kultural dalam peringatan tersebut.
(Bagus)












