Example 728x250
Pemerintah

Pasar Pangan Murah Upaya Pemkab Ngawi Kendalikan Inflasi

329
×

Pasar Pangan Murah Upaya Pemkab Ngawi Kendalikan Inflasi

Sebarkan artikel ini
Bupati Ngawi didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan meninjau Pasar Pangan Murah dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Ngawi ke-667 di kawasan jalan serong timur Alun-alun Merdeka Ngawi, Selasa, (01/07/2025).

Pewarta.TV, Ngawi –  Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pertanian dan Katahanan Pangan menggelar Pasar Pangan Murah dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Ngawi ke 667  di kawasan jalan serong timur Alun-alun Merdeka Ngawi, Selasa, (01/07/2025).

Kegiatan Pasar Murah ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Ngawi dalam mengendalikan inflasi daerah sekaligus memperingati momen penting Hari Jadi Ngawi ke-667

“ Pasar Pangan murah ini merupakan strategi stabilisasi harga pangan yang akhir akhir adanya kenaikan harga beras di sejumlah wilayah di Ngawi. Menurutnya, lonjakan harga tersebut disebabkan oleh naiknya Harga Pokok Penjualan (HPP) gabah kering panen, yang kini mencapai Rp 6.500 per kilogram” kata Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, usai membuka Pasar Pangan Murah

Bupati Ony menjelaskan kebijakan kenaikan HPP ini, memang datang dari pemerintah pusat dengan maksud memperbaiki taraf hidup petani dan mendorong surplus produksi beras.

“Langkah ini dimaksudkan agar petani bisa menikmati hasil yang lebih baik dari kerja keras mereka,” ujarnya.

Di sisi lain, kenaikan HPP ini turut berdampak pada harga jual beras di pasaran. Biaya distribusi dan produksi yang meningkat membuat harga beras melambung, dan ini turut mendorong naiknya harga bahan pokok lainnya.

Merespon kondisi tersebut, Pemkab Ngawi berinisiatif menggelar Pasar Murah. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga dan membantu daya beli masyarakat tetap terjaga. Pasar ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran, termasuk beras, minyak goreng, gula pasir, telor, sayuran dan kebutuhan lainnya.

Pemkab juga tengah berupaya meminta dukungan dari pemerintah pusat agar mempercepat penyaluran beras melalui program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dari Bulog. Dengan begitu, harga beras di pasar bisa ditekan dan tidak membebani masyarakat.(ik/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *