Example 728x250
Budaya

Bersih Desa Sempol Wujud Syukur dan Sarana Memperkuat Solidaritas dan Hubungan Sosial

76
×

Bersih Desa Sempol Wujud Syukur dan Sarana Memperkuat Solidaritas dan Hubungan Sosial

Sebarkan artikel ini
Tasyakuran warga desa Sempol di Punden Desa setempat, Jumat (03/7/2026)

Pewarta.TV, Magetan – Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki dan hasil panen serta memohon keselamatan agar desa terhindar dari musibah dan mengenang leluhur pendiri desa, Pemerintah Desa Sempol, Kecamatan Maospati, Magetan, Jawa Timur menggelar ritual adat bersih desa, Jumat (3/7/2026)

Tradisi yang sudah dilaksanakan turun temurun ini  tepat dilaksanakan di hari Jumat legi di bulan suro, Ritual diawali dengan sima’ an Al-Qur’an di lanjutkan dengan doa bersama di punden desa yang dilaksanakan pemerintah desa bersama dengan warga.  Usai doa bersama dilanjutkan dengan tari gambyong

Kepala Desa Sompol, Edy Ryanto, berharap generasi muda dapat terus menjaga dan melestarikan tradisi bersih desa sebagai warisan budaya yang sarat nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur. Menurutnya, tradisi ini merupakan pengingat bagi masyarakat agar tidak melupakan jasa para leluhur yang telah meletakkan dasar kehidupan di Desa Sompol.

“Tradisi bersih desa di Punden Desa ini  bukan sekadar seremoni. Ia menjadi simbol keterhubungan antara manusia, leluhur, dan alam. Dalam suasana yang kian modern, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk merawat identitas budaya lokal yang kerap terpinggirkan” kata Edy Ryanto

Melalui kegiatan ini, masyarakat memanjatkan doa agar senantiasa diberikan rezeki yang melimpah, kesehatan, kerukunan, serta kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai ungkapan rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah dilimpahkan, rangkaian bersih desa juga dimeriahkan dengan pagelaran gambyong yang digelar di area Punden

Pagelaran seni tradisional tersebut menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus sarana melestarikan budaya Jawa yang telah diwariskan oleh para leluhur. Antusiasme warga yang hadir menunjukkan bahwa tradisi bersih desa tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi dan menjaga kelestarian budaya daerah.

Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, pemerintah Desa Sempol  berupaya menjaga kesinambungan nilai-nilai lokal agar tetap relevan di tengah arus perubahan zaman.

“Bersih Desa bukan sekadar hiburan, tetapi bentuk rasa syukur, menjaga kerukunan, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ujarnya.

Sementara itu Vera Setyoningrum, Camat Maospati yang hadir dalam acara tersebut  mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk kebersamaan dan kekompakan warga Desa Sempol. “Acara seperti ini sangat penting untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa berkah dan menjadikan Desa Sempol semakin maju dan sejahtera “ ujar Vera (ik)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *