Example 728x250
Budaya

Bersih Desa dan Peringatan HUT Ke-80 RI di Kelurahan Maospati

217
×

Bersih Desa dan Peringatan HUT Ke-80 RI di Kelurahan Maospati

Sebarkan artikel ini

Pewarta.TV, Magetan – Melestarikan Tradisi Budaya dan mengenang jasa para pahlawan bangsa, Pemerintah kelurahan Moaspati, Magetan, Jawa Timur menggelar bersih desa dan peringatan Hari Ulang tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia (RI), Minggu (17/8/2025)

Tepat momentum hari kemerdekaan bersih desa digelar di dua punden (tempat yang dikeramatkan) yakni punden Lo Utara, disini warga sekitar punden berdoa Bersama untuk leluhur dan sholatan yang diiringi dengan music hadrah. Pun di Punden losari  melaksanakan hal yang sama, usai berdoa, kepala kelurahan Moaspati diikuti sesepuh  menyiram pohon Lo yang dipercaya warga tempat keramat. Selain itu juga ada pertunjukan yang disajikan anak-anak sekitar punden dengan sajian tarian

Tak kalah menarik pada malam harinya juga ada pertujukan music campursari  Sankara dengan mengundang artis campursari Rina Aditama, dan Dhalang Poor . Ribuan warga Maospati dan sekitarnya tumpah ruah menyaksikan pagelaran tersebut digelar di halaman kantor Kelurahan Maospati dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia

Hal ini sebagai bentuk syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan dan rejeki yang melimpah, sekaligus mengenang jasa para pahlawan bangsa yang telah gugur merebut kemerdekaan

Warga penuh khidmat  mengikuti doa bersama di  punden setempat, lokasi yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Masing-masing warga membawa  makanan sebagai simbol sedekah kepada alam dan penghormatan kepada leluhur.

Endang Yuliani, Warga mengatakan jika adat bersih desa merupakan warisan adat istiadat sebagian bangsa Indonesia yang harus dipertahankan dan dilestarikan agar tradisi tersebut tidak musnah. Hal ini perlu diketahui oleh generasi muda sebagai generasi penerus bangsa yang perlu menjiwai nilai-nilai luhur bangsa yang berdasar Pancasila.

“ Kegiatan tersebut wajib dilestarikan, sebab bersih desa merupakan bagian dari tradisi masyarakat secara turun-temurun. Diharapkan kegiatan bersih desa ini dapat membuat lebih guyub, rukun, dan mempererat tali persaudaraan antar warga” kata Endang

Kepala Kelurahan Moaspati Indra Arista mengatakan Tradisi bersih desa di Punden Lo utara dan Punden Losari  bukan sekadar seremoni. Ia menjadi simbol keterhubungan antara manusia, leluhur, dan alam. Dalam suasana yang kian modern, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk merawat identitas budaya lokal yang kerap terpinggirkan.

Dengan melibatkan generasi muda, pemerintah Kelurahan Moaspati  berupaya menjaga kesinambungan nilai-nilai lokal agar tetap relevan di tengah arus perubahan zaman.

“ Jadi bersih desa ini sudah menjadi tradisi yang dilaksanakan setiap tahun sebagai wujud syukur warga Maospati atas rejeki yang melimpah, sekaligus nguri nguri budaya yang telah berjalan agar tidak tergerus  perubahan zaman” Kata Indra Arista

“Karena bertepatan dengan tanggal 17 Agustus bersih des aini kita rangkaikan dengan peringatan HUT Ke-80 Republik Indonesia  dengan pertunjukan music campursari Sankara di halaman Kantor kelurahan” tambahnya

“ Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, bersih desa dan peringatan HUT Ke-80 RI ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk melestarikan budaya  juga mengisi kemerdekaan dengan sebaik –baiknya”tandasnya (ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *