Example 728x250
Pendidikan

Bentuk Karakter Anak Melalui Basic Kampung Pesilat

3
×

Bentuk Karakter Anak Melalui Basic Kampung Pesilat

Sebarkan artikel ini

Pewarta.TV, Madiun – Guna membentuk karakter anak melalui basic Kampung Pesilat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun menggelar pelatihan Pencak Seni Kampung Pesilat di Gedung Dwijahaju, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun. Kamis (17/9/2026).

Pembentukan karakter melalui basic Kampung Pesilat tersebut, merupakan langkah awal bagaimana mengimplementasikan budaya yang ada di Kabupaten Madiun. Yang diharapkan bisa berjalan sinergis, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus. Seperti halnya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto.

“Kampung Pesilat yang ada di Kabupaten Madiun ini, kita berpikir tidak untuk hari ini saja, tapi bagaimana membentuk karakter  anak-anak melalui inves jangka panjang dengan basic Kampung Pesilat. Harapannya ini sebagai langkah awal bagaimana mengimplementasikan budaya yang ada di Kabupaten Madiun bisa berjalan sinergis khususnya anak-anak pengganti generasi kita hari ini”, paparnya.

Menurutnya, Kampung Pesilat dapat dijadikan sebuah budaya yang wajib dimiliki anak-anak kedepan, yang bisa ditanamkan mulai dari bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Serta sebagai sebuah ekosistem budaya yang menjadikan pencak silat sebagai salah satu identitas dan kekuatan sosial masyarakat Kabupaten Madiun.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Sigit Budiarto meminta kepada para guru SD, SMP dan juga sanggar  yang hadir untuk dapat memberikan inovasi gerakan baru atau gerakan yang lebih menarik. Sehingga nanti kedepan bisa menjadi wisata budaya yang dikenal hingga mendunia.

“Untuk bapak/ibu guru, mungkin punya kreativitas dan inovasi gerakan yang baru agar lebih menarik lagi, lebih fresh, yang nanti bisa disuguhkan kepada pemerhati budaya. Bahkan bisa dikenal hingga mancanegara bahkan mendunia”, ujar Sigit.

Dirinya juga mengatakan bahwa Kabupaten Madiun juga sudah mempunyai Gedung Padepokan Pesilat yang bisa digunakan untuk berlatih. Yang terpenting selalu menjaga kerukunan, saling menghormati dan menghargai meskipun ada banyak perbedaan perguruan.

“Kita sudah punya gedung padepokan pesilat, monggo bisa digunakan ya. Baik SD maupun SMP. Yang penting kita selalu menjaga guyub rukun, meskipun ada banyak perbedaan”, pesannya

Tak hanya itu, dirinya juga memaparkan makna dari Kampung Pesilat, Sinergi 14 Perguruan, Pendidikan Karakter melalui Pencak Silat, Konsep Kampung Pesilat, Peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga Program Implementasi.

Menurutnya, dengan adanya pelatihan ini dapat melahirkan pesilat yang sehat, disiplin, terampil dan berkarakter. Selain itu, sebagai sarana pendidikan karakter bagi generasi muda, serta dapat membangun citra ramah, sederhana, santun dan berbudaya.

“Kalau kota, Madiun Kota Pendekar, kalau kita Kampung Pesilat. Saya kemarin di Desa Bener, Saradan ada juga tampilan pencak dalam Bahana Bersahaja. Nah, itulah ikon budaya yang ada di wilayah kita”, ujarnya.

Sigit berharap, kedepan bisa menampilkan variasi yang berbeda-beda, sehingga pencak seni Kampung Pesilat mempunyai banyak tampilan alternatif sesuai dengan acara.(*/ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *