Example 728x250
Serba-Serbi

Antisipasi Jadi Perampok Negara, Gus Hasim Ingatkan Bahaya Pemimpin Mementingkan Diri Sendiri

2
×

Antisipasi Jadi Perampok Negara, Gus Hasim Ingatkan Bahaya Pemimpin Mementingkan Diri Sendiri

Sebarkan artikel ini
M. Hasim, MH atau yang akrab disapa Gus Hasim, figur yang mumpuni dalam semua bidang dan layak masuk bursa Cawabup Ponorogo. (Foto : istimewa)

Pewarta.TV, Ponorogo – Pondasi moral dan pemahaman hukum yang rapuh dinilai menjadi akar persoalan pembangunan di daerah. Karena itu, Kabupaten Ponorogo ke depan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya tegas, tetapi juga mapan secara ekonomi dan berniat ibadah.

Hal itu ditegaskan praktisi hukum senior asal Mlarak, M. Hasim, MH atau yang akrab disapa Gus Hasim, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, dirinya menyebut tantangan Ponorogo tidak bisa dijawab dengan sekadar program dan anggaran.

Menurut putra ulama Mlarak tersebut, keberanian seorang pemimpin harus dibarengi integritas.

“Kalau dari awal pondasinya kuat, tidak akan korupsi dan merugikan negara. Tetapi kalau mementingkan diri sendiri, akhirnya bisa menjadi seperti perampok negara,” tegas Gus Hasim, Kamis (17/09/2026).

Ia menilai, banyaknya persoalan hukum yang menjerat kepala daerah terjadi karena lemahnya pemahaman terhadap aturan dan hilangnya niat pengabdian. Padahal, hukum seharusnya menjadi instrumen keadilan, bukan sekadar pasal.

“Ponorogo membutuhkan orang yang paham hukum, mengerti aturan dan tegas dalam beberapa hal,” lanjutnya.

Putu Warok asli bumi reog ini juga menyoroti pentingnya gaya kepemimpinan yang merangkul. Menurutnya, Ponorogo tidak butuh pemimpin yang memukul atau mempertentangkan kelompok.

“Ponorogo membutuhkan orang yang berani, bisa merangkul, tidak memukul. Siap mengabdi kepada masyarakat Ponorogo tanpa melihat latar belakang maupun golongan,” katanya.

Menariknya, di tengah profesinya sebagai pengacara dan pengusaha, Gus Hasim memilih jalan spiritual sebagai penyeimbang. Sejak 2021, ia rutin menggelar khataman Al-Qur’an setiap akhir bulan di rumahnya bersama lima jamaah.

“Khataman Al-Qur’an itu untuk memperoleh keberkahan. Sebuah ikhtiar menjaga keseimbangan hidup antara dunia dan akhirat,” ujarnya.

Bagi Gus Hasim, pemimpin ideal adalah pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Mapan secara ekonomi, kuat secara moral, dan menganggap jabatan sebagai ibadah, bukan alat memperkaya diri.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mengabdi kepada masyarakat dengan ketulusan,” pungkasnya.

Diketahui, sosok Hasim merupakan figur yang bagus dan paham terhadap akar masalah Ponorgo. Menjadikan dirinya mampu menjadi tombak koordinasi lintas sektoral, bahkan dalam dunia usaha juga sangat mumpuni termasuk sukses dalam naungan PT Has Group, perusahaan yang bergerak di bidang air minum dalam kemasan dan SPBU. (ns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *