Pewarta.TV, Ponorogo – Sebuah legasi monumental lahir dari Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo. Tepat di momentum satu abad, Gontor resmi meluncurkan Mushaf Al-Qur’an Gontor, yang ditulis tangan sepenuhnya oleh santri dan guru Gontor sendiri.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun PMDG, Prof. Dr. KH. Khoirul Umam kepada awak media, Selasa (15/09/2026).
“Alhamdulillah, salah satu legasi yang akan kita saksikan bersama pada momentum satu abad mendatang adalah Mushaf Al-Qur’an Gontor. Proyek ini betul-betul dimulai sejak tahun 2023 dan berlangsung selama hampir tiga tahun,” ungkap Prof. Khoirul Umam.
Dirinya menjelaskan, mushaf ini bukan karya instan. Prosesnya memakan waktu hampir tiga tahun dan telah melewati tahap tashih verifikasi kelayakan dan keabsahan bacaan Al-Qur’an serta sebagian telah dicetak dan siap diluncurkan pada puncak acara.
“Ini sejarah penting bagi kita. Al-Qur’an ini ditulis langsung oleh ustadz dan santri kita sendiri. Gontor selama ini memang menjadikan kaligrafi (khat) sebagai kurikulum resmi di kelas yang terus melahirkan para khatthath hebat di Indonesia. Kini, keahlian itu mewujud dalam penulisan Mushaf Al-Qur’an utuh,” tambahnya.
Selama puluhan tahun, pelajaran khat menjadi ciri khas Gontor. Dari ruang-ruang kelas itulah lahir kaligrafer nasional. Dan di usia 100 tahun, keahlian itu diabadikan dalam bentuk mushaf utuh merupakan sebuah pencapaian yang belum pernah dilakukan pesantren manapun di Indonesia dengan skala seperti ini.
Rencananya, peluncuran Mushaf Gontor dijadwalkan menjadi agenda utama Resepsi Kesyukuran 100 Tahun PMDG pada Sabtu, 19 September 2026 mendatang, di Gedung BPPM Gontor.
Momen bersejarah tersebut akan disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, 15 Duta Besar negara sahabat, serta 8.776 tamu VVIP dan ribuan alumni Gontor dari seluruh dunia.
Selain Mushaf Al-Qur’an, Gontor juga menyiapkan deretan legasi Abad ke-2 lainnya, yakni Akreditasi Unggul UNIDA Gontor, peresmian Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor, Global Islamic Holistic Education Summit, hingga World Muslim Scout Jambore (WMSJ).
“Peluncuran mushaf ini bukan sekadar perayaan, melainkan wujud rasa syukur dan penanda kesiapan kita memasuki abad kedua. Kami berharap Mushaf Al-Qur’an karya santri ini menjadi simbol keagungan Al-Qur’an, wujud prinsip Al-Muhafazhatu ‘alal Qiyam, serta menjadi benteng spiritualitas dalam melahirkan generasi pemimpin masa depan,” pungkas Prof. Khoirul Umam. (ns)












