NGAWI, PEWARTA TV – Ribuan warga Desa Karangjati, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, antusias mengikuti prosesi Ritual Agung Nyadran atau Bersih Desa, pada Kamis (28/5/2026).
Acara yang sarat makna spiritual dan sosial ini menjadi momen penting bagi masyarakat untuk melestarikan warisan leluhur sekaligus memanjatkan rasa syukur atas limpahan rezeki dan keselamatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Ritual yang berlangsung khidmat ini dimulai sejak pagi hari dengan serangkaian doa bersama di Punden Desa Palanggati dan Makam Alas Malang. Prosesi inti ditandai dengan arak-arakan tumpeng dan berbagai hasil bumi menuju tempat acara atau Punden Desa, yang melambangkan sumber kehidupan bagi warga setempat.
Kepala Desa Karangjati Ibu Sumini, dalam sambutannya, menekankan bahwa Nyadran bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sarana mempererat tali silaturahmi antar warga.
“Nyadran adalah identitas kita. Di tengah modernisasi, kita harus tetap menjaga akar budaya ini. Ini adalah cara kita bersyukur atas panen yang baik, kesehatan, dan kerukunan yang terjalin di Desa Karangjati,” ujarnya.
Suasana semakin meriah dengan adanya doa bersama dilanjut pengajian Umum, yang mengiringi jalannya prosesi. Warga dari berbagai dusun terlihat berbaur tanpa sekat, membawa sesaji berupa makanan khas daerah yang setelah didoakan akan dibagi-bagikan kepada seluruh hadirin untuk dikonsumsi bersama. Konsep gotong royong dan berbagi sangat terasa dalam momen ini.
Salah satu tokoh adat ( Modin ) setempat Bapak Samino menjelaskan bahwa rangkaian acara Nyadran di Desa Karangjati memiliki filosofi mendalam tentang hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan sesama.
“Melalui bersih desa, kita juga membersihkan hati dan lingkungan. Ada harapan agar desa kita selalu dijauhkan dari marabahaya dan diberikan keberkahan,” jelasnya.
Acara yang digelar pada Kamis Kliwon ini diharapkan dapat terus lestari dan menjadi daya tarik wisata budaya bagi Kabupaten Ngawi. Pemerintah desa juga berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan berbasis kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat yang religius dan berbudaya.
Ritual Nyadran di Desa Karangjati tahun 2026 ini berakhir dengan damai dan penuh sukacita, meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta maupun pengunjung dari luar daerah yang turut menyaksikan keagungan tradisi tersebut.(Ir/red**)











