Pewarta.TV, Surabaya, 21 Juli 2025 – Berlangsung pada 21 Juli 2025, sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Program UPN MENGABDI di Kelurahan Gununganyar, Surabaya, mengusung tema yang sangat relevan dengan tantangan zaman, yaitu “Pelatihan dan Pendampingan Remaja dalam Memanfaatkan Aplikasi Digital untuk Mencegah Kekerasan Seksual dan Bullying”. Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu upaya dalam memberikan perlindungan bagi remaja, agar mereka bisa lebih bijak dalam menggunakan teknologi, sekaligus memahami bagaimana cara melawan kekerasan seksual dan bullying di dunia maya.
Kekerasan seksual dan bullying di kalangan remaja kini semakin marak, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Banyak remaja di Indonesia yang mengakses internet setiap hari, dan tidak mustahil dari mereka menjadi korban kekerasan atau bullying online. Hal ini menjadi perhatian utama bagi berbagai pihak, termasuk di tingkat pemerintah dan masyarakat. Sebagai salah satu upaya untuk mengurangi angka kekerasan ini, Program UPN MENGABDI hadir di Kelurahan Gununganyar dengan mengadakan pelatihan untuk membekali remaja dengan pengetahuan dan keterampilan dalam melawan kekerasan seksual dan bullying, khususnya yang terjadi di ruang digital.
dr. Nalini Muhdi, Sp.KJ(K). FISCM, salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa pemahaman tentang bahaya kekerasan seksual dan bullying secara digital sangat penting bagi remaja. “Mereka perlu tahu bahwa kekerasan seksual dan bullying bukan hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dapat terjadi di dunia maya, yang seringkali luput dari perhatian orang tua dan guru,” ujar Nalini saat memberikan materi tentang dampak psikologis kekerasan terhadap korban.
Kegiatan pelatihan ini melibatkan berbagai pihak yang ahli di bidangnya. Narasumber utama, dr. Nalini Muhdi, adalah seorang psikiater yang membantu sosialisasi kesehatan mental remaja, yang memberikan wawasan tentang dampak psikologis dari kekerasan seksual dan bullying. Bersama dengan Arista Pratama, S.Kom., M.Kom., yang berfokus pada aspek teknologi, mereka berdua memberikan pemahaman tentang pentingnya aplikasi digital yang dapat membantu remaja melindungi diri mereka di dunia maya.
Selain itu, dosen UPN Jatim, Dr. Ika Korika Swasti, M.Pd., turut serta dalam pendampingan dan memberikan pemahaman tentang cara-cara mencegah kekerasan dan bullying melalui literasi digital yang baik. Tak hanya itu, sejumlah mahasiswa UPN Jatim juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, turut membantu mengedukasi dan mendampingi remaja-remaja dalam memahami materi yang disampaikan.
Pelatihan ini diikuti oleh remaja dari Kelurahan Gununganyar. Meskipun mereka sudah familiar dengan dunia digital, banyak dari mereka yang belum sepenuhnya memahami bagaimana cara melindungi diri dari potensi bahaya di dunia maya, seperti kekerasan seksual dan bullying online.
“Penting bagi kami untuk mengetahui apa yang harus dilakukan jika mengalami kekerasan di dunia maya. Terkadang kita tidak tahu siapa yang bisa dimintai bantuan atau bagaimana melaporkan hal tersebut,” kata Amel, salah seorang peserta pelatihan.
Remaja-remaja ini terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi, terutama ketika mempelajari berbagai aplikasi digital yang bisa mereka gunakan untuk melindungi diri dari ancaman di dunia maya. Mereka diberi pengetahuan tentang aplikasi yang dapat membantu melacak lokasi jika mereka merasa terancam, serta cara melaporkan kejadian kekerasan atau bullying secara anonim tanpa takut akan adanya konsekuensi sosial.
Tidak hanya sebatas teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan simulasi langsung, di mana remaja diberi kesempatan untuk mempraktikkan langkah-langkah yang dapat diambil jika mereka menjadi korban kekerasan atau bullying di dunia maya. Arista Pratama, yang berfokus pada sisi teknologi, menjelaskan berbagai aplikasi yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan melaporkan perilaku tidak pantas di dunia maya.
“Melalui teknologi, kita bisa mencegah terjadinya kekerasan atau bullying. Misalnya, dengan menggunakan aplikasi yang bisa memantau jejak digital kita dan memberikan notifikasi jika ada aktivitas mencurigakan, atau jika kita menerima pesan yang tidak pantas,” ujar Arista.
Para peserta juga diberikan pelatihan mengenai cara menjaga privasi di dunia maya, mulai dari cara mengatur pengaturan privasi di media sosial hingga menghindari berbagi informasi pribadi yang bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk membuat remaja lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Dr. Ika Korika Swasti menekankan pentingnya literasi digital yang baik bagi remaja, sehingga mereka bisa memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif, sekaligus melindungi diri mereka dari ancaman yang ada. “Kita tidak hanya ingin mengajarkan cara mencegah kekerasan, tetapi juga bagaimana remaja bisa menggunakan aplikasi digital dengan bijak untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujarnya.
Pelatihan ini juga mengajarkan para peserta untuk tidak takut melaporkan jika mereka atau teman-temannya menjadi korban kekerasan seksual atau bullying. Mereka diajarkan untuk berbicara dan mencari bantuan dari orang yang dapat dipercaya, baik itu orang tua, guru, atau pihak yang berkompeten.
Program UPN MENGABDI ini memberikan kontribusi besar dalam membentuk masa depan yang lebih aman dan sehat bagi para remaja. Dengan literasi digital yang lebih baik, diharapkan para remaja di Kelurahan Gununganyar dapat menggunakan teknologi untuk tujuan yang positif, sembari tetap menjaga keselamatan diri mereka di dunia maya.
“Teknologi adalah alat yang sangat kuat jika digunakan dengan bijak. Pelatihan ini membuka mata kami tentang cara melindungi diri dan teman-teman dari bahaya kekerasan dan bullying di dunia maya,” ujar Fikri, seorang remaja yang turut serta dalam pelatihan tersebut.
Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal bagi banyak daerah lain untuk lebih memperhatikan pentingnya literasi digital bagi remaja. Sebab, di era digital yang semakin maju, perlindungan terhadap anak dan remaja harus terus diperkuat, agar mereka dapat berkembang dengan aman tanpa ancaman kekerasan atau bullying di dunia maya.(Arista)












