Pewarta.TV, Magetan – Bukan sekadar program makan bergizi, melainkan investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang generasi penerus. Hal tersebut disampaikan Bupati Magetan Nanik Sumantri, Jumat (31/10/2025)
“Program MBG ini untuk memenuhi kebutuhan gizi putra-putri kita dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Dengan adanya MBG, otomatis roda perekonomian ikut bergerak, menyerap tenaga kerja, dan mengurangi angka pengangguran,” ungkap Nanik Sumantri, Bupati Magetan
Bupati juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan MBG. Untuk menjaga hal tersebut, pemerintah menugaskan satgas agar melakukan monitoring SPPG serta pengawasan secara berkala.
“Saya sudah berpesan ke SPPG agar selalu memastikan makanan aman konsumsi, bergizi, dan sesuai standar, mengawasi kualitas, dan mendistribusikannya tepat waktu,” ujar, Bunda Nanik sapaan akrab Bupati Magetan
SPPG melibatkan tim yang terdiri tenaga kesehatan masyarakat, ahli gizi, dan karyawan dapur yang bertanggung jawab dari persiapan bahan baku hingga distribusi. Bunda Nanik mengingatkan kesalahan sekecil apapun berpotensi merusak kredibilitas satu dapur MBG. “Bahkan memungkinkan Magetan akan terkena dampak,” ungkapnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya dipandang sebagai upaya pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi bagian penting penerapan pendidikan karakter sejak dini. Melalui MBG, siswa tidak hanya mendapat makanan sehat tetapi pembelajaran nilai kehidupan yang membentuk pribadi disiplin, bertanggung jawab, empati dan kebersamaan serta rasa syukur.
“Nilai-nilai tersebut tertanam secara alami dalam keseharian. Sehingga menjadikan MBG bukan sekadar program makan gratis, melainkan wadah pembelajaran karakter di luar kelas,” Kata Bunda Nanik
Bunda Nanik menyatakan pelaksanaan MBG membiasakan anak untuk berdoa sebelum makan, menjaga kebersihan, serta menghormati sesama. Siswa juga dilatih untuk bersikap toleran saat menunggu giliran, mandiri dalam mengelola dan membersihkan perlengkapan makan.
Selain itu, kesetaraan gizi melalui menu yang sama juga menciptakan rasa percaya diri serta menumbuhkan sikap hidup sederhana di kalangan siswa. Tidak ada perbedaan sosial dalam hal makanan. Setiap anak berhak mendapatkan porsi yang seimbang untuk mendukung tumbuh kembang optimal.
“Program MBG berkontribusi nyata membentuk generasi yang sehat, cerdas, serta berkarakter kuat untuk masa depan bangsa,” tegas Bunda Nanik
Program MBG ini merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah untuk mendukung kesehatan, pemenuhan gizi seimbang, serta meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik
Pemerintah bersama berbagai pihak menegaskan bahwa keberlanjutan program MBG harus terus dijaga. Selain untuk memastikan kesehatan anak bangsa, program ini juga menjadi pondasi dalam membangun karakter generasi penerus agar siap menghadapi tantangan zaman dengan mentalitas yang tangguh dan berintegritas.
Kendala MBG
Terkait kendala yang dihadapi program MBG di Magetan, Bupati Nanik meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap tenang, karena Pemerintah Kabupaten Magetan akan terus melakukan evaluasi, monitoring serta bersinergi melalui Satgas MBG untuk melakukan upaya-upaya mitigasi dan pengawasan ketat secara berkesinambungan untuk menjamin terlaksananya MBG di Magetan yang aman
Untuk memenuhi harapan tersebut, Pemkab Magetan mengambil beberapa langkah yang dilaksanakan diantaranya
Pertama, pengawasan yang berkesinambungan dengan mengerahkan Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan seluruh aspek pelaksanaan program berjalan sesuai standar.
Kedua, Satuan Pelaksana Penyedia Pangan Gizi (SPPG) yang beroperasional di Magetan diwajibkan mematuhi semua Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Petunjuk Teknis (Juknis) pengelolaan makanan yang telah ditetapkan.
Ketiga, Penjaminan Standar Higiene Sanitasi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Magetan melakukan akselerasi penerbitan Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS) untuk menjamin SPPG telah memenuhi persyaratan standar higiene sanitasi. Upaya ini didukung dengan:
* Hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang telah mencapai lebih dari 80%.
* Peningkatan pelatihan bagi penjamah makanan, baik melalui Learning Management System (LMS) maupun pelatihan offline oleh asosiasi.
* Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap air, alat, serta bahan pangan yang telah memenuhi standar kualitas.
Keempat, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) aktif memantau, menjaga, dan memastikan keamanan pangan keberlangsungan program MBG di sekolah. Kelima, Pemerintah telah menyiapkan pelayanan kesehatan yang siaga–baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL), untuk penanganan cepat jika terjadi kasus kedaruratan kesehatan.
Terakhir, Bupati Magetan mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan MBG dengan melakukan pengawasan dan bisa melaporkan dan pengaduan terkait dugaan keracunan pangan melalui PSC 119 Kabupaten Magetan dengan nomor telepon 0351.8900119 atau 085289000119. Dengan adanya jalur pelaporan dan pengaduan, Pemerintah Kabupaten Magetan berharap masyarakat untuk memanfaatkan jika menemukan hal-hal yang mencurigakan atau membutuhkan penanganan kesehatan segera terkait program MBG.(ik)












