Pewarta.TV, Madiun – Pemkab Madiun terus mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal melalui program pelatihan berbasis kompetensi. Selasa (20/1/2025), Bupati Madiun, Hari Wuryanto membuka Pelatihan Pelatihan Kejuruan Menjahit Sepatu, Mamasak dan Pemberangkatan Antar Daerah digelar di Aula Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan.
Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun dengan LPK Sinergi Bisnis Abadi. Acara pembukaan ditandai dengan pengalungan tanda peserta oleh Bupati kepada perwakilan peserta.
Menurut laporan Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, sebanyak 50 peserta Menjahit, 20 peserta Memasak mengikuti pelatihan ini akan berlangsung selama 20 hari dan 19 peserta Pemberangkatan Antar Daerah. Pelatihan kejuruan menjahit sepatu, tata boga (memasak), serta Pemberangkatan Antar Daerah didukung oleh Anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
“ Pelatihan ini diikuti 50 peserta menjahit yang akan ditempatkan kerja di PT DPS, 20 peserta pelatihan memasak untuk ditempatkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG) dan 19 sudah direkrut dipekerjakan di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat” ujar Arik Krisdiananto
Sementara Bupati Madiun Hari Wuryanto berharap pelatihan ini dapat mengurangi angka pengangguran dan melahirkan tenaga kerja yang kompeten, mandiri dan berdaya saing
“Pelatihan seperti ini penting karena tidak hanya membekali generasi muda dengan keterampilan, tetapi juga langsung membuka akses kerja di sektor industri,kita harapkan pelatihan ini akan melahirkan tenaga kerja yang kompeten, mandiri dan berdaya saing”ungkap Bupati Madiun, Hari Wuryanto.
Ia menegaskan, peserta yang dinyatakan lulus akan langsung direkrut oleh PT DPS, sebuah investasi padat karya yang beroperasi di Madiun dan menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
“Dengan adanya investasi dan pelatihan seperti ini, ekonomi Kabupaten Madiun akan tumbuh, kesejahteraan meningkat, dan visi BERSAHAJA bisa kita wujudkan bersama,” ujarnya
Bupati menjelaskan jika pelatihan ini dapat menekan angka pengangguran. Menurut data Pemkab Madiun, tingkat pengangguran terbuka mencapai 3,22 persen. Angka tersebut menurun disbanding tahun sebelumnya yakni 4,6 persen dibawah angka pengangguran provinsi dan nasional
“ Melalui pelatihan semacam ini, pemerintah menargetkan penyerapan yang lebih besar dengan tenaga kerja kompetensi serta memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat dan kemajuan pembangunan Kabupaten Madiun” pungkasnya.(ik)












