Example 728x250
Pendidikan

SLB Negeri Jenangan Luncurkan Inovasi “BIMA SAKTI” untuk Permudah Komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus

143
×

SLB Negeri Jenangan Luncurkan Inovasi “BIMA SAKTI” untuk Permudah Komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus

Sebarkan artikel ini
SLB Negeri Jenangan Ponorogo luncurkan inovasi “BIMA SAKTI” berbasis metode PECS untuk mendukung komunikasi anak berkebutuhan khusus. Inisiatif ini ikut serta dalam IGA 2025

Pewarta.TV, Ponorogo — SLB Negeri Jenangan, Jawa Timur, meluncurkan inovasi pendidikan bertajuk “BIMA SAKTI (Bimbingan Komunikasi Visual Kata untuk Disabilitas)” sebagai solusi komunikasi bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Inovasi ini menggunakan metode PECS (Picture Exchange Communication System) untuk memfasilitasi komunikasi visual yang efektif, khususnya bagi siswa yang mengalami hambatan berbicara dan pemahaman verbal.

SLB Negeri Jenangan merupakan lembaga pendidikan luar biasa yang melayani siswa dengan berbagai hambatan, seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, autisme, hingga down syndrome. Sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, pihak sekolah mengembangkan inovasi “BIMA SAKTI” yang mengadaptasi sistem PECS, sebuah metode komunikasi visual berbasis pertukaran gambar.

“Inovasi ini memungkinkan anak-anak untuk menyampaikan keinginannya melalui kartu bergambar yang sederhana dan mudah dikenali. Ini sangat membantu anak-anak yang tidak mampu mengekspresikan diri secara verbal,” ujar Kepala Sekolah SLB Negeri Jenangan, Dias Setyo Prasuranto.

Lebih lanjut, Dias menjelaskan bahwa pendekatan ini bukan hanya cocok untuk anak autis dan tunagrahita, tetapi juga bermanfaat bagi peserta didik tunarungu. Ketika seluruh siswa menggunakan sistem visual yang sama, tercipta kesamaan bahasa yang dapat menjembatani komunikasi antar penyandang disabilitas.

Inovasi “BIMA SAKTI” diterapkan melalui enam tahapan utama, yakni pengenalan gambar, asosiasi gambar dengan keinginan, latihan penukaran gambar, latihan memilih gambar, menyusun kalimat sederhana, hingga penggunaan mandiri dalam aktivitas harian di sekolah maupun di rumah. Tujuannya adalah menciptakan komunikasi mandiri yang konsisten dan terstruktur, sehingga siswa lebih percaya diri dan mampu mengungkapkan kebutuhannya secara tepat.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung inklusi dan inovasi pendidikan, SLB Negeri Jenangan turut serta dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

(ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *