Example 728x250
Pemerintah

Perluas Pengawasan , Pemkab Bondowoso Bentuk Bentuk Satgas MBG Hingga Kecamatan

13
×

Perluas Pengawasan , Pemkab Bondowoso Bentuk Bentuk Satgas MBG Hingga Kecamatan

Sebarkan artikel ini

Pewarta.TV, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperluas pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) hingga ke tingkat kecamatan di Kabupaten Bondowoso.

Langkah nyata ini dilakukan untuk mempercepat respons terhadap banyaknya aduan masyarakat, sekaligus memastikan pelaksanaan program berjalan maksimal di lapangan. Senin (6/4/2026).

Sebanyak 23 Kecamatan di Kabupaten Bondowoso akan memiliki Satgas MBG yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca). Hadirnya Satgas ini dinilai sangat penting, mengingat cakupan program yang semakin meluas.

Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i,S.E mengatakan jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus bertambah signifikan. Dari total kuota sekitar 117 dapur, sebanyak 69 diantaranya sudah beroperasi.

Pihaknya menambahkan, jika pengawasan hanya bertumpu di tingkat Kabupaten, efektivitasnya akan terbatas.

Maka dari itu, pembentukan Satgas di masing-masing Kecamatan menjadi solusi untuk memperkuat kontrol sekaligus mempercepat penanganan laporan aduan masyarakat.

“Dulunya saat jumlah SPPG belum sebanyak ini, pengaduan masih bisa ditangani hanya di tingkat Kabupaten. Sekarang perlu diperkuat sampai tingkat Kecamatan,”

Selain pengawasan, Pemkab Bondowoso juga mendorong pemanfaatan hasil pertanian lokal dalam memenuhi kebutuhan dapur SPPG. Wakil Bupati As’ad menekankan pentingnya melibatkan petani setempat agar program ini turut menggerakkan ekonomi daerah.

Ia mengakui, saat ini masih ditemukan rantai pasok bahan pangan yang berasal dari luar daerah. Ke depan, pihaknya berharap kebutuhan dapur dapat dipenuhi dari hasil produksi petani Bondowoso sendiri, selama kualitas dan ketersediaannya mencukupi.

“Jangan sampai penyedia dari Bondowoso, tapi bahan yang digunakan justru dari luar. Harapannya, sebisa mungkin memanfaatkan hasil dari petani lokal,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa beberapa komoditas tertentu seperti susu masih memungkinkan dipasok dari luar daerah, mengingat keterbatasan produksi lokal.

Pemerintah daerah pun berharap dukungan berbagai pihak agar sistem distribusi bahan pangan ke dapur SPPG semakin mudah, efisien, dan berpihak pada potensi lokal.(bagus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *