Example 728x250
Peristiwa

Kerap Mengamuk, Seorang Pemuda Mantan TKI Dikurung Dalam Jeruji Besi di Ponorogo

21
×

Kerap Mengamuk, Seorang Pemuda Mantan TKI Dikurung Dalam Jeruji Besi di Ponorogo

Sebarkan artikel ini
Kasatbinmas Polres Ponorogo, AKP Agus Syaiful Bahri saat mengecek langsung kondisi pasien ODGJ terpasung di Desa Sendang.

Pewarta. TV, Ponorogo – Seorang pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dalam kondisi terkurung di jeruji besi kembali ditemukan di Kabupaten Ponorogo.

Diketahui, Suhananto (39), asal Dukuh Janti, Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Ponorogo, telah dikurung dalam kandang besi berukuran 2,5 x 2 x 1 meter oleh keluarganya sejak 2014 silam karena mengalami gangguan jiwa dan sering mengancam keselamatan keluarganya.

Berawal saat Suhananto pulang dari Malaysia menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Keluarga melihat ada perubahan sikap yang aneh, bahkan tiba – tiba mengamuk dan mengancam orang tua dan saudaranya.

Menurut keterangan Diana Puspita Sari (31), yang juga merupakan adik Suhananto, mengatakan bahwa keputusan untuk memasung dan mengurung kakaknya dalam jeruji besi karena terpaksa. Keluarga merasa keselamatan jiwanya terancam setiap kakaknya kambuh.

“Kami takut, karena saat kambuh, kakak sempat mau membunuh kedua orang tua kami dengan membawa golok, pisau dan balok kayu, jadi itulah alasan keluarga mengurungnya dalam kandang besi sejak 2014 silam”, kata Diana, Senin (02/02/2026).

Selama 12 tahun mengidap gangguan jiwa, sebenarnya pihak keluarga sudah berulang kali melakukan berbagai upaya pengobatan untuk Suhananto, mulai jalur medis hingga alternatif, namun belum ada hasil.

“Berbagai upaya telah kami lakukan meski belum berhasil menyembuhkan kakak kami, hingga keluarga merasa kesulitan untuk merawatnya, akhirnya dipilihlah jalan terakhir ini yakni mengurungnya dalam kandang besi di belakang rumah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasatbinmas Polres Ponorogo yang mendatangi dan melihat langsung kondisi Suhananto turut prihatin setelah mengetahui pasien ODGJ tersebut terkurung dalam jeruji besi selama belasan tahun yang jauh dari kata layak dan manusiawi.

“Usai mendapat informasi dari warga bahwa ada pasien ODGJ terpasung di Desa Sendang, dan atas perintah pimpinan, kami langsung mendatangi dan mengecek kondisi pasien tersebut,” ungkap AKP Agus Syaiful Bahri, Kasatbinmas Polres Ponorogo.

Selanjutnya, pihak Kepolisian Resort Ponorogo akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan maupun Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo hingga Dinsos Propinsi Jawa Timur, agar pasien ODGJ yang dipasung ini segera tertangani dan mendapatkan pengobatan yang maksimal.

“Setelah kita lakukan pengecekan, ternyata di Sendang ini ada dua ODGJ yang dipasung dalam kurungan besi. Akan kita carikan solusi terbaik untuk pengobatannya, karena kita hanya ingin lebih memanusiakan lagi manusia, dan kami berharap yang bersangkutan sehat dan bisa berkumpul lagi bersama keluarga”, pungkas AKP Syaiful. (ns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *