Example 728x250
Serba-Serbi

Jacob Ereste : Perayaan Imlek 2577 Kongzili Nasional Mengusung Tema Keadilan Tanpa Kemiskinan

16
×

Jacob Ereste : Perayaan Imlek 2577 Kongzili Nasional Mengusung Tema Keadilan Tanpa Kemiskinan

Sebarkan artikel ini

Pewarta.TV – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili Tingkat Nasional dilaksanakan pada hari Minggu, 22 Februari 2026 di Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Hadir diantara tokoh nasional, Pemimpin Spiritual Nusantara, Sri Eko Sriyanto Galgendu bersama sahabat dan kerabat spiritual, Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua MPR RI Muhammad Muzani, serta Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nazaruddin Umar turut serta mendo’akan agar kebahagiaan serta keberkahan nilai-nilai spiritual dapat menjadi refleksi untuk kesadaran terhadap kuasa yang lebih besar bagi manusia.

Perayaan Nasional Hari Raya Keagamaan Khonghucu Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili ini diselenggarakan oleh Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) Kerjasama dengan Kementerian Agama RI. Tema do’a Imlek : “Bila ada keadilan, tiada persoalan kemiskinan” sebagai tema do’a : Gai Jin Wu Pin. Dalam narasi Imlek : Keadilan yang sungguh indah untuk dibacakan. Karena itu, keadilan yang utama bagi seorang Pemimpin adalah mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan Sebab hanya dengan begitu persatuan pasti tegak untuk seluruh rakyat tanpa kecuali.

Tampak hadir juga sejumlah tokoh dan pemuka agama yang ada di Indonesia sebagai bentuk ekspresi dari kerukunan antar umat beragama yang memang perlu dijaga secara bersama untuk kerukunan yang harmoni guna membangun masa depan yang lebih baik dalam keberagaman yang tidak perlu untuk dipertentangkan.

Menurut Ketua MATAKIN Budi S. Tanuwibowo bahwa imlek memiliki multi makna diantaranya adalah kembali ke titik nol dengan melepaskan semua hal yang buruk lalu merawat hal-hal yang baik. Sementara dalam sambutannya, Muhammad Muzani meyakini bahwa Imlek adalah energi untuk masa depan Indonedia lebih maju dan kuat.

Dalam suasana bulan puasa ramadhan, perayaan Imlek dapat dilaksanakan dalam suasana hikmat dan indah serta menggenbirakan karena penuh toleransi serta keakraban. Menteri Agama, Prof. Dr. Nazaruddin Umar, melihat perayaan Imlek tahun ini memiliki makna spiritual, kultural dan nilai-nilai sosial.

Acara perayaan tahun baru Imlek yang dihadiri hampur 2000 orang ini disampul dengan pentas seni dan drama kisah Negeri Nusa Jaya yang tersaji dalam narasi penuturan serta teknis tampilan opera yang dilengkapi dengan nyanyian dalam untaian pelengkap kisah ikhwal dari Negeri Nusa Jaya dalam bentuk satire yang disandingkan dengan kondisi Indonesia hari ini.

Sahid Jaya Hotel, 22 Februari 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *