Pewarta.TV, Ponorogo – Rumah berukuran 5 x 9 meter dengan dinding setinggi lebih dari tiga meter kini berdiri kokoh di pinggir jalan poros Desa Bulu Lor. Rumah milik Hadi Siswanto (48), warga Dukuh Ngipik, itu merupakan salah satu sasaran rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo, yang saat ini progres pembangunannya telah mencapai delapan puluh persen.
Nampak, lima anggota Satgas TMMD bersama warga Dukuh Ngipik fokus mengerjakan plesteran dinding dan lantai. Di bagian depan, beberapa warga lain sibuk membuat selokan pembuangan air hujan untuk menjaga rumah tetap kering saat musim hujan.
“Dibandingkan dengan sasaran lain rehab RTLH TMMD di sini memang lain. Sebelum TMMD dibuka, rumah Hadi ini sudah dikerjakan oleh personil dari Kodim terlebih dahulu. Mengingat ukuran rumah sebelumnya sudah segitu, lebih besar dibandingkan dengan spesifikasi teknik, jadi ya butuh waktu lebih lama,” ujar Jemari, tukang ahli yang ditunjuk Satgas TMMD.
Soal material, Jemari menyebut sebagian besar dukungan datang dari Satgas. Namun untuk efisiensi, material dari bongkaran rumah lama seperti kayu, genting, dan bata pondasi juga dimanfaatkan kembali.
“Material sebagian besar dari dukungan Satgas TMMD, namun kekurangannya menggunakan bahan bangunan yang masih bisa digunakan dari bongkaran rumah lama, seperti kayu, genting dan bata pondasi,” pungkasnya.
Kini rumah Hadi sudah layak huni. Atapnya kokoh, dinding batako rapi, lantai rabat beton, dan dinding sudah diplester. Jauh berbeda dari kondisi rumah lamanya yang reyot dan tidak layak.
Sebagai duda dengan satu anak, tempat tinggal yang layak selama ini menjadi beban berat bagi Hadi. Berkat TMMD ke-129, kebutuhan dasar itu akhirnya bisa teratasi.
Satu rumah lagi siap mengembalikan martabat dan kenyamanan bagi warganya. Inilah bukti nyata semangat TMMD: membangun rumah, membangun harapan. (ns)












