Example 728x250
Pemerintah

Bupati Bondowoso Dengarkan Keluhan Warga Desa Terpencil

5
×

Bupati Bondowoso Dengarkan Keluhan Warga Desa Terpencil

Sebarkan artikel ini

Pewarta.TV, Bondowoso – Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid bersama Wakil Bupati Gus As’ad Yahya Syafi’i menyapa warga di pelosok pinggiran kota Bondowoso tepatnya Kecamatan Wringin, Jumat (24/4/2026).

Kunjungan bertemakan Sehari Bersama Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso ini, dengan menempuh jalur ekstrem berbatu menuju Desa Gubrih, hingga Desa Banyuwuluh Wringin dengan perjalanan berliku.

Rombongan pimpinan daerah ini dengan membawa berbagai layanan langsung untuk warga. Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, pendampingan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar di wilayah terpencil, layanan suntik gratis untuk hewan ternak, layanan pertanian, pembagian bantuan gratis bahan pangan bersama Bulog, penanaman jagung bersama warga, hingga peninjauan sekolah di kawasan terpencil.

Usai melaksanakan salat Jumat bersama masyarakat, Bupati dan Wabup juga duduk bersama warga untuk mendengarkan langsung berbagai keluhan warga yang mereka sampaikan.

Salah satu warga Dusun Biser, kehadiran pimpinan daerah menjadi kesempatan baik yang telah lama dinanti, karena bisa curhat langsung sama pemimpin daerah.

Menurutnya, warga di sana berharap adanya perhatian serius terhadap layanan kesehatan dan kondisi jalan. “Kalau warga Biser saya minta kesehatan, bidan itu sama jalan pak,” ujarnya.

Selama ini warga harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan terdekat.

Jika menggunakan ojek, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai Rp.100 ribu. Kondisi jalan yang becek dan licin saat hujan juga kerap menyulitkan mobilitas warga.

Sementara itu, Kepala Desa Gubrih, Abdul Bari, menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan pimpinan daerah ke wilayahnya.

Namun pihaknya menegaskan, masih ada kebutuhan mendesak yang harus mendapat perhatian, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

Juga berharap ada bidan yang bersedia ditempatkan di Dusun Biser. Pasalnya, untuk menuju layanan kesehatan, mereka harus menempuh jarak sekitar 7 kilometer.

Bahkan, pernah ada warga yang hampir melahirkan di tengah perjalanan menuju Pustu di Dusun Krajan. “Kami ingin memiliki bidan yang berkenan mau ditempatkan di Dusun Biser,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Bondowoso KH. Abd Hamid Wahid mengatakan kunjungan ke pelosok dilakukan untuk melihat langsung realitas masyarakat di lapangan.

Dengan begitu, pemerintah bisa mengetahui persoalan yang harus segera ditangani maupun yang perlu dikoordinasikan dan direncanakan sesuai kemampuan daerah.

Karena itu, selain menyalurkan bantuan pangan dan menggelar pelayanan terpadu, pihaknya juga memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog langsung dengan masyarakat.
“Ya insya Allah nanti akan kita jadwalkan di beberapa tempat,” ujarnya.

Terkait permintaan penempatan bidan Desa, Bupati Hamid mengatakan hal itu sudah diupayakan oleh Dinas Kesehatan bersama kepala puskesmas.

“Karena kondisi geografis yang seperti ini, masyarakat meminta khusus yang di sini, yang di dusun ini, ada bidan tambahan,” jelasnya.(bagus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *