Pewarta.TV, SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) resmi menetapkan status siaga dalam rangka mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Melalui gelaran Operasi Ketupat 2026, ribuan personel disiagakan untuk mengawal mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat tajam tahun ini.
Operasi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus utama pada kelancaran arus lalu lintas dan keamanan aktivitas ibadah masyarakat.
Titik Kritis Jalur Arteri: Tuban dan Madura Jadi Atensi
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, mengungkapkan bahwa hasil pemetaan selama sebulan terakhir menunjukkan beberapa titik krusial. Jalur arteri di Kabupaten Tuban yang berbatasan langsung dengan Rembang, Jawa Tengah, menjadi sorotan utama.
“Arteri Tuban adalah tumpuan kendaraan logistik berat yang tidak masuk tol. Di sana kami memetakan sedikitnya 25 titik rawan kecelakaan yang harus diwaspadai pemudik,” ujar Kombes Iwan di Mapolda Jatim.
Selain kecelakaan, hambatan samping berupa pasar tumpah juga menjadi perhatian serius, terutama di wilayah Madura. Tercatat ada 8 lokasi pasar tumpah di Madura yang berpotensi memicu kemacetan panjang jika tidak diantisipasi sejak dini.
Fasilitas Tol: 27 Rest Area Siap Tekan Angka Kecelakaan
Polda Jatim juga menaruh perhatian besar pada “titik lelah” (fatigue point) di sepanjang jalan tol trans-Jawa. Untuk mendukung kenyamanan pemudik, sebanyak 27 rest area (Tipe A, B, dan C) telah dinyatakan siap beroperasi 100%.
“Kelelahan adalah pemicu utama kecelakaan di tol. Kami sudah mengecek seluruh rest area sebulan lalu. Pastikan pemudik beristirahat secara berkala dan tidak memaksakan diri,” tegasnya.
💡 Tips Mudik Aman & Nyaman di Wilayah Jatim:
Bagi Anda yang akan melakukan perjalanan, berikut adalah poin penting yang perlu diperhatikan:
Cek Kondisi Kendaraan: Pastikan rem, lampu, dan tekanan ban dalam kondisi prima, terutama jika melewati jalur Pantura yang padat kendaraan berat.
Waspadai Jam Rawan: Hindari mengemudi di jam-jam kritis mengantuk (pukul 01.00 – 04.00 WIB dan 13.00 – 15.00 WIB).
Gunakan Rest Area: Jangan berhenti di bahu jalan tol karena sangat berbahaya. Gunakan 27 titik rest area yang tersedia.
Pantau Arus Lintas: Gunakan aplikasi peta digital atau pantau akun media sosial @RTMCJawaTimur untuk informasi real-time mengenai pengalihan arus di pasar tumpah.
Saldo E-Toll: Pastikan saldo uang elektronik mencukupi agar tidak menyebabkan antrean di gerbang tol.
“Mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tapi perjalanan spiritual untuk bertemu keluarga. Mari kita jaga keselamatan bersama,” pungkas Kombes Iwan. (Ekos)












