Pewarta.TV, Surabaya, 25 Juni 2025 – Berawal dari keinginan untuk memberikan dampak positif pada dunia pendidikan di Surabaya, Program UPN MENGABDI mengadakan pelatihan dengan tema “Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengembangan Pembelajaran Deep Learning dengan Pelatihan Artificial Intelligence”. Kegiatan ini menyasar Tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kota Surabaya sebagai peserta utama, dengan tujuan agar para pengajar dapat memanfaatkan teknologi terkini untuk meningkatkan kualitas pengajaran mereka.
Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, teknologi menjadi faktor penentu dalam membentuk cara mengajar yang lebih efektif dan menyenangkan. Sebagai upaya mendukung pengembangan kualitas pendidikan, Program UPN MENGABDI hadir dengan membawa inovasi, yaitu Artificial Intelligence (AI). AI bukan hanya sekadar sebuah tren dalam dunia teknologi, tetapi juga memiliki potensi besar untuk memperbaiki cara belajar dan mengajar. Menurut Astrini Aning Widoretno, dosen UPN Veteran Jatim sekaligus ketua kegiatan ini, pelatihan AI diharapkan dapat memberi bekal yang cukup bagi guru untuk memanfaatkan kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran mereka.
“AI ini sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini, terutama dalam membantu proses pembelajaran yang lebih efisien. Dengan kemampuan AI, guru bisa menyesuaikan materi ajar sesuai dengan kebutuhan siswa secara lebih personal,” ujar Astrini saat membuka acara di SMAN 16 Surabaya.
Pelatihan yang diadakan di SMAN 16 Surabaya pada 25 Juni 2025 ini melibatkan banyak pihak yang berkompeten di bidangnya. Narasumber utama pelatihan adalah Dr. Endang Sholihatin, S.Pd., M.Pd. dan Astrini Aning Widoretno, S.A., M.Ak., Ak., yang memberikan paparan tentang teori dan aplikasi AI dalam pendidikan. Mereka tidak hanya menjelaskan konsep dasar mengenai AI, tetapi juga bagaimana AI dapat diimplementasikan dalam konteks pengajaran di kelas.
Tidak hanya narasumber yang ahli di bidangnya, tetapi juga anggota kegiatan dari UPN Jatim, seperti dosen Zawawi, M.Pd., serta para mahasiswa, yang turut serta memberikan kontribusi besar dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Kehadiran mereka menambah semangat dan antusiasme para peserta pelatihan.
“Pembelajaran deep learning bisa memudahkan guru dalam memberikan penilaian secara lebih objektif dan analitis. Ini tentunya akan berdampak positif pada siswa, karena proses belajar mereka jadi lebih terstruktur dan berbasis data,” jelas Endang Sholihatin, dosen UPN Jatim yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Tak bisa dipungkiri, kualitas pendidikan sangat bergantung pada kemampuan para pengajar dalam menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Oleh karena itu, pelatihan ini menargetkan para guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang tergabung dalam MGMP Kota Surabaya sebagai peserta utama. Mereka adalah ujung tombak yang akan meneruskan ilmu dan teknologi yang didapatkan kepada para siswa di kelas.
Peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti setiap sesi. “Awalnya saya merasa ragu, apakah saya bisa menguasai AI yang terdengar sangat teknis. Tapi, setelah mendapatkan penjelasan yang mudah dipahami dari para narasumber, saya merasa lebih percaya diri,” kata Isma, guru Bahasa Indonesia kota Surabaya yang ikut serta dalam pelatihan ini.
Luthfi mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberi perspektif baru dalam cara mengajar. Ia berharap bisa mengimplementasikan pengetahuan yang didapat untuk memperkaya pengalaman belajar siswa di sekolah.
Dari segi materi, pelatihan ini mengangkat berbagai konsep penting terkait pengembangan deep learning dalam pendidikan, termasuk bagaimana memanfaatkan AI untuk menganalisis pola belajar siswa dan menyesuaikan metode ajar dengan kebutuhan mereka. Dengan pendekatan ini, diharapkan guru bisa lebih fleksibel dalam menyampaikan materi dengan cara yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa masing-masing.
Pelatihan ini juga dilengkapi dengan sesi praktek langsung, di mana peserta diajak untuk mencoba beberapa tools AI yang bisa digunakan dalam pembelajaran. Meskipun pada awalnya peserta merasa kesulitan, namun dengan bimbingan langsung dari narasumber dan tim pengabdi, mereka dapat memahami dengan lebih baik cara kerja teknologi tersebut.
“Saya sangat senang karena pelatihan ini memberikan wawasan baru yang sangat berguna. Ke depannya, saya akan mengaplikasikan AI untuk memberikan umpan balik yang lebih cepat dan personal kepada siswa saya,” kata M. Luthfi, ketua MGMP Bahasa Indonesia kota Surabaya yang ikut serta dalam pelatihan tersebut.
Program UPN MENGABDI ini tidak hanya berfokus pada pengajaran teknologi, tetapi juga bertujuan untuk menciptakan perubahan signifikan dalam kualitas pendidikan di Surabaya. Dengan memanfaatkan teknologi canggih seperti AI, guru diharapkan dapat mengelola proses pembelajaran yang lebih dinamis, kreatif, dan adaptif terhadap kebutuhan siswa.
Selain itu, pelatihan ini juga menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin memerlukan pembaruan seiring perkembangan teknologi. Dosen UPN Jatim berharap, ke depan, kegiatan serupa bisa terus berlangsung dan menjangkau lebih banyak guru dari berbagai wilayah.
“Pendidikan yang berkualitas dimulai dari guru yang terampil dan terbuka terhadap perkembangan zaman. Pelatihan ini menjadi salah satu cara untuk mendukung hal tersebut,” ujar Zawawi menutup acara pelatihan.
Dengan semangat untuk terus berkembang, pelatihan ini menjadi bukti bahwa pendidikan bisa terus beradaptasi dengan teknologi, tanpa meninggalkan esensi pengajaran yang mengutamakan kualitas dan nilai. Bagi para guru yang ikut serta dalam Program UPN MENGABDI, pelatihan ini bukan hanya sekadar ilmu baru, tetapi juga suatu langkah awal dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
Peningkatan kualitas pendidikan tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga semua pihak yang terlibat, termasuk perguruan tinggi. Semoga, langkah kecil ini dapat memberikan kontribusi besar bagi pendidikan Indonesia di masa yang akan datang.(Aning)












