Pewarta.TV, Magetan – Upaya menciptakan lingkungan sekolah aman, nyaman, dan bebas dari bullying diwujudkan oleh mahasiswa KKNT UNESA 2026 Desa Banyudono melalui program kerja “SAHABAT” (Sarana Harmoni Anti-Bullying dan Aspirasi Terpadu). Di laksanakan di dua sekolah dasar Desa Banyudono yaitu SDN Banyudono 1 & 2 pada 14–15 September 2026. Mengusung tema “Stop Bullying, Start Caring”, mahasiswa KKNT UNESA mengajak siswa untuk menghentikan segala bentuk bullying.
Anti bullying disosialisasikan lewat penyampaian materi berupa pengertian, bentuk, dampak, hingga upaya pencegahan. Dikemas secara interaktif, membuat siswa lebih mudah mengenali perilaku merugikan teman, baik secraa fisik maupun verbal.
Ketika siswa diberikan ruang untuk menceritakan pengalaman buruk dari lingkungan sekitar, suasana kelas menjadi penuh haru. Tidak sedikit siswa menangis saat menceritakan pengalaman bullying.

Ketua KKNT UNESA 2026 Desa Banyudono, Zidni, menjelaskan tujuan utama SAHABAT adalah untuk menjembatani dan membangun keberanian siswa untuk bersuara atas perlakuan tidak menyenangkan terhadapnya.
“Melalui SAHABAT, kami ingin menciptakan ruang aman bagi siswa untuk berani bersuara tanpa rasa takut. Kami berharap tidak ada lagi siswa yang merasa menghadapi bullying sendirian, serta Kotak Aspirasi dapat menjadi sarana agar suara mereka terus didengar dan ditindaklanjuti oleh pihak sekolah,” ujar Zidni.
Program tidak berhenti pada sosialisasi. Mahasiswa KKNT turut meninggalkan Kotak Aspirasi di dua sekolah sebagai bentuk keberlanjutan program untuk sarana siswa menyampaikan keluhan, saran, maupun laporan secara aman.

Kotak Aspirasi diserahkan kepada pihak sekolah agar bisa dikelola dan ditindaklanjuti guru secara berkelanjutan, mengingat masa pengabdian mahasiswa KKNT bersifat sementara.
Guru SDN Banyudono 1, Wella mengapresiasi sosialisasi dan kotak tersebut.
“Untuk kami perwakilan sekolah mengucapkan sangat berterimakasih sudah diadakan sosialisasi anti bullying, mungkin sebelumnya memang sering diadakan sebagai agenda tahunan saat MPLS. Tapi mungkin pengemasan dari kkn unesa itu sangat bagus. Apalagi dengan adanya kotak aspirasi ini, Harapannya akan dilanjutkan lagi dan akan dipasang di sini (depan ruang guru)”
Hal senada disampaikan guru SDN Banyudono 2. Ia menyebut ejekan membawa nama orang tua masih kerap terjadi di lingkungan sekolah.
“Kami sangat berterima kasih karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak. Di sekolah, bullying masih sering terjadi, terutama dalam bentuk ejekan yang membawa nama orang tua. Setelah kegiatan ini, kami akan memperkuat pendampingan melalui masing-masing guru kelas agar anak-anak semakin memahami dan mencegah bullying.”

Siswi perwakilan Banyudono 2 Syifa dan Qanifa, mengaku merasa lega dapat bercerita secara terbuka.
“Kami jadi lega setelah cerita dan jadi nyaman saat belajar sudah nggak ada yang membully lagi” katanya.
Lewat SAHABAT, KKNT UNESA 2026 Desa Banyudono berupaya membangun kesadaran anti-bullying sekaligus meninggalkan sarana berkelanjutan berupa Kotak Aspirasi bagi dua sekolah dasar di Desa Banyudono.(*)












