Example 728x250
Nasional

Wamendagri Wiyagus di Rakernas ARSADA: RSD Harus Bertransformasi Jadi Layanan Unggul dan Berdaya Saing

16
×

Wamendagri Wiyagus di Rakernas ARSADA: RSD Harus Bertransformasi Jadi Layanan Unggul dan Berdaya Saing

Sebarkan artikel ini

Pontianak, Pewarta.TV– Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa Rumah Sakit Daerah (RSD) tidak boleh sekadar hadir sebagai bangunan fisik. Lebih dari itu, RSD dituntut melakukan transformasi tata kelola secara menyeluruh untuk menjadi institusi pelayanan kesehatan yang empatik, berintegritas, profesional, serta mampu memberikan harapan dan perlindungan bagi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Wiyagus saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA) Tahun 2026 di Novotel Convention Center, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (12/6/2026). Mengusung tema “Mewujudkan Rumah Sakit Daerah Unggul Melalui Transformasi Tata Kelola serta Reformasi Pelayanan Berbasis Penguatan Sumber Daya Manusia dan Keuangan”, acara ini menjadi momentum strategis bagi percepatan reformasi layanan kesehatan daerah.

“RSD direkomendasikan untuk melakukan transformasi budaya pelayanan yang cepat dan responsif. Selain itu, harus mengadopsi prinsip Good Corporate Governance (GCG), mengakselerasi digitalisasi layanan, mendorong kemandirian finansial, serta memperkuat kepemimpinan dan kompetensi SDM,” ujar Wiyagus.

Ia menekankan bahwa tata kelola yang unggul wajib ditopang oleh transparansi, kredibilitas, efisiensi, efektivitas, dan kepatuhan terhadap regulasi. Untuk mewujudkannya, Wiyagus mendorong penguatan sistem pengendalian internal, manajemen risiko, perencanaan berbasis data, serta digitalisasi tata kelola guna mendukung pengambilan keputusan yang akurat dan tepat waktu.

Menurut Wiyagus, pelayanan adalah inti eksistensi rumah sakit. Masyarakat kini tidak hanya menuntut kualitas medis yang prima, tetapi juga pengalaman layanan yang cepat, mudah, aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Oleh karena itu, reformasi pelayanan harus dilakukan melalui penyederhanaan alur, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan layanan unggulan.

“Direktur rumah sakit saat ini tidak lagi cukup hanya sebagai pemimpin administratif. Mereka harus bertransformasi menjadi change leader atau pemimpin perubahan yang mampu membawa organisasinya maju dan berdaya saing,” tegasnya.

Tak hanya soal tata kelola dan pelayanan, Wiyagus juga menyoroti pentingnya kemandirian keuangan. RSD yang unggul harus memiliki kapasitas finansial yang kuat untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan. Ia berharap ARSADA dapat terus menjadi wadah solid yang melahirkan gagasan konkret demi mempercepat transformasi RSD di seluruh Indonesia.

Rakernas XVI ARSADA ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar Harisson, Pendiri ARSADA Umar Wahid, Ketua Umum ARSADA Zainoel Arifin, serta para direktur RSD, dewan pengawas, dan kepala dinas kesehatan dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen kolektif untuk mewujudkan sistem kesehatan daerah yang lebih tangguh dan berkualitas. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *