Pewarta.TV, Jember – Seorang pemuda pelaku penganiayaan sadis terhadap ayah kandung di kecamatan puger, jember, Jawa Timur menjalani perawatan medis intensif akibat luka parah di bagian lehernya. Tak hanya pelaku, sang paman yang turut menjadi korban juga dirawat di rumah sakit dengan sejumlah luka bacok
Kasim, warga desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember, harus menjalani perawatan medis di rumah sakit balung
Pria berusia 60 tahun ini menderita sejumlah luka sabetan senjata tajam di bagian wajah dan tangan, akibat diserang oleh keponakannya bernama Akbar, sebab berupaya melerai, saat akbar menyerang ayah kandungnya denga sebilah parang
Di rumah sakit yang sama, Akbar juga masih menjalani perawatan intensif. Pemuda berusia 19 tahun itu bahkan kondisinya jauh lebih parah di bagian leher, diduga usai berupaya mengakhiri hidupnya dengan parang yang dibawanya
Lukanya yang cukup parah bahkan membuat Akbar kemudian harus dirujuk ke rumah sakit dokter Soebandi Jember
“ Jadi pelaku dibawa ke RSID Balung sekitar pukul 03.00 dinihari mengalami luka serius di bagian leher, setelah kita melakukan pemeriksaan dan kita tangani lukanya, lalu kita laporkan ke dokter spesialis disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit dokter Soebandi Jember untuk pemeriksaan lanjutan” kata Wahyu Setiawati, Dokter Kepala IGD RSID Balung
“Selain itu juga seorang bapak bapak mengalami luka di bagian wajah, pipi dan tangan banyak terdapat luka sayatan, ada beberapa yang tidak bisa kita lakukan di IGD, namun besok akan dilakukan penanganan oleh dokter spesialis bedah” tambahnya
Peristiwa penyerangan berdarah yang dilakukan Akbar terhadap ayah kandung serta pamannya hingga kini masih diselidiki aparat kepolisian
Polisi memintai keterangan sejumlah saksi, salah satunya adalah Edi Siswanto yang melihat langsung bagaimana sadisnya pelaku menghabisi nyawa korban
“ Tanpa diketahui jelas apa pemicunya, Akbar tiba-tiba menyerang ayah kandungnya dengan sebilah parang di rumahnya di Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur, senin dini hari kejadian tepat di depan rumah saya berjarak 10 meter” Kata Edi Siswanto
“ Usai pelaku menikam korban, pelaku kelihatan bingung mondar mandir, sedangkan korban sudah tidak bernyawa warga yang tahu tidak berani mendekat” tambahnya
Namun ada dugaan pelaku kalap membantai ayah kandungnya lantaran mengalami depresi. (bagus/red)












