Example 728x250
Pemerintah

Sore Di Kabupaten Madiun, Gedung Kampung Pesilat Jadi Ruang Kreatif dan Pusat Kegiatan Publik

27
×

Sore Di Kabupaten Madiun, Gedung Kampung Pesilat Jadi Ruang Kreatif dan Pusat Kegiatan Publik

Sebarkan artikel ini

Pewarta.TV, Madiun – Bertempat di Gedung Padepokan Kampung Pesilat (GPKP) Kabupaten Madiun, Minggu (30/11/2025)  gelaran “Sore di Kabupaten 2025 resmi berakhir. Program inesiasi  Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun itu menjadi penutup rangkaian kegiatan yang telah berlangsung rutin setiap Minggu sejak 14 September lalu.

Kegiatan yang dirancang sebagai ruang ekspresi generasi muda, pusat kegiatan kreatif masyarakat, sekaligus penguatan fungsi GPKP sebagai sentra aktivitas pesilat di Madiun. Selain memunculkan potensi komunitas, program ini juga diharapkan dapat memberi efek ekonomi bagi pelaku UMKM lokal.

Acara ini menghadirkan berbagai jenis kegiatan, mulai dari kompetisi e-sport dengan 312 peserta, Sore Prestasi Pramuka yang diikuti 282 peserta, serta kehadiran 15 tenda bazar kuliner halal. Selain itu, panggung hiburan diisi pertunjukan musik, breakdance, DJ performance, Sore Fun Run, sepeda santai, edukasi lingkungan Jaga Satwa, hingga latihan silat dari Perguruan Ki Ageng Pandan Alas dan Tapak Suci.

Dikatakan Puji Rahmawati Kepala Disparpora Kabupaten Madiun, selama penyelenggaraan tiga bulan, Sore di Kabupaten tercatat total 8.300 pengunjung dengan rata-rata 690 orang per pertemuan. Rata-rata belanja pengunjung tercatat sebesar Rp 35.000, yang turut menggerakkan ekonomi pelaku usaha kuliner serta produk kreatif.

“ Survei penyelenggara mencatat mayoritas peserta merupakan kelompok usia 15–20 tahun (43 persen), dengan komposisi pengunjung perempuan 59,6 persen dan laki-laki 40,4 persen. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kegiatan ini pun tinggi, yakni 63,2 persen menyatakan sangat puas, 28,1 persen puas, dan 9,3 persen cukup puas — tanpa keluhan ketidakpuasan” kata Puji Rahmawati saat memberi sambutan

Ia menjelaskan, Sore di Kabupaten menjadi momentum memperluas fungsi GPKP sebagai pusat kegiatan publik. “Program ini bukan sekadar ruang hiburan, tetapi wadah untuk tumbuhnya kreativitas anak muda dan interaksi masyarakat. GPKP kami dorong menjadi pusat aktivitas pesilat sekaligus ruang produktif dan inklusif bagi warga Madiun,” terangnya

Puji menilai capaian gelaran perdana ini menjadi modal kuat untuk keberlanjutan program.Pun membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan komunitas seni, olahraga, hingga pelaku ekonomi kreatif.

“Sore di Kabupaten Sesi 1 telah selesai dilaksanakan. Pada tahun 2026 diharapkan akan ada lagi Sore di Kabupaten Session 2,” ujarnya

Dengan capaian positif ini, Sore di Kabupaten diproyeksikan menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya menjadi ruang rekreasi , tetapi juga simpul pertumbuhan kegiatan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya pesilat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *