Pewarta.TV, Ngawi – Meski sektor pertanian menghadapi tantangan perubahan cuaca dan potensi El Nino. Produksi padi di Kabupaten Ngawi pada periode Januari hingga Agustus 2026 tercatat mencapai 380.423 ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar 357.231 ton GKG
Sementara, berdasarkan pengamatan Si-PDPS Kementan mencatat produksi padi periode Januari-September 2026 di Kabupaten Ngawi 2026 mencapai 659,454 ton padi . Angka tersebut merupakan hasil penghitungan berdasarkan luas panen 102, 002 hektar dan produktivitas padi 6, 47 ton/hektar yang telah berstatus angka tetap.
“Capaian ini menunjukkan konsistensi peningkatan kinerja sektor pertanian di Kabupaten Ngawi sebagai lumbung padi dan mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi Supardi, Selasa (21/10/2026)
Capaian tersebut tidak lepas dari program asta cita Bupati dan Wakil Bupati Ngawi mengenai Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB). Pihaknya akan terus fokus pada program PRLB berikut perluasannya.
“Capaian ini dampak dari semakin luasnya program perluasan lahan pertanian dan PRLB. Sehingga diharapkan, dapat mendorong petani untuk melakukan startegi penerapan teknik yang lebih efisien dan menjaga kesuburan tanah pertanian yang berkelanjutan,” ujar Supardi
Pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan produksi padi di wilayah setempat dengan berbagai strategi dan inovasi pertanian. Di antaranya, mendorong program strategis, salah satunya Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) 2.0 yang ditargetkan mencapai 35.000 hektare pada tahun 2026.
Selain itu, optimalisasi program electricity for farming (e-farm) dengan penggunaan sumur submersible di titik-titik kritis air, serta sistem irigasi yang memadai juga turut andil dalam peningkatan produksi padi Ngawi.
Selain itu, kelancaran penyaluran pupuk subsidi serta bantuan alsintan yang canggih juga mendorong petani Ngawi untuk menanam padi yang pada tahun 2026 ditarget luas panen oleh Kementerian Pertanian mencapai 169.000 hektare.
Dengan upaya-upaya tersebut DKPP Kabupaten Ngawi optimistis produksi padi di wilayah setempat pada tahun 2026 dapat meningkat dari tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menjadi penting karena produksi padi berlangsung di tengah tantangan iklim yang perlu diantisipasi. Potensi El Nino yang diperkirakan terjadi dengan intensitas kuat dapat meningkatkan risiko kekeringan dan memengaruhi ketersediaan air untuk pertanian. (ik)












