Example 728x250
Pemerintah

Riset DBHCHT 2025: Pemkab Blitar dan BRMP TAS Rumuskan Standar Pemupukan Tembakau Selopuro

54
×

Riset DBHCHT 2025: Pemkab Blitar dan BRMP TAS Rumuskan Standar Pemupukan Tembakau Selopuro

Sebarkan artikel ini
Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar tampak dari depan. (Ft)

Pewarta.TV, Blitar — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Blitar terus memperkuat sektor pertanian tembakau dengan pendekatan ilmiah berbasis riset. Tahun 2025, program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) difokuskan tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kegiatan pembinaan sosial, pelatihan, serta riset pemupukan yang bekerja sama dengan Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Pemanis dan Serat (BRMP TAS) Kementerian Pertanian RI.

Kepala DKPP Kabupaten Blitar Ir Setiyana menjelaskan bahwa program DBHCHT tahun ini dirancang secara komprehensif agar manfaatnya lebih terasa langsung bagi petani. Selain pembangunan infrastruktur pertanian dan pemberian bantuan sarana produksi serta bibit tanaman hortikultura seperti cabai, pemerintah daerah juga menyelenggarakan bimbingan teknis untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan petani tembakau.

“Bimtek ini mencakup budidaya, kemitraan, hingga penguatan kelembagaan. Salah satu kegiatan pentingnya adalah uji pupuk untuk menentukan dosis paling ideal bagi varietas tembakau lokal,” ujar Setiyana, Rabu (12/11/2025).

Menurut dia, pengujian tersebut difokuskan pada varietas tembakau Selopuro yang sejak lama menjadi ikon pertanian Kabupaten Blitar. Kegiatan itu dilaksanakan di Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, wilayah yang dikenal subur dan memiliki sejarah panjang dalam tradisi tembakau lokal khas Blitar.

“Uji lapangan sudah selesai, sekarang tinggal menunggu hasil laboratorium dari BRMP TAS. Nantinya, hasil riset ini akan menentukan dosis pupuk paling sesuai untuk varietas tertentu. Jadi petani punya acuan yang jelas dan ilmiah,” jelasnya.

Kolaborasi Riset untuk Tembakau Lokal Jalinan kerja sama DKPP dengan BRMP TAS bukan hal baru. Sejak 2021, lembaga riset di bawah Kementerian Pertanian tersebut telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Blitar dalam merakit dan melepas lima varietas unggul tembakau lokal, yakni Kalituri, Mancung, Lulang, Sedep, dan Kenongo.

Aji Pangestu, staf peneliti BRMP TAS, menjelaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari strategi pengembangan pertanian berkelanjutan di Blitar. Setelah melepas varietas unggulan, pihaknya memastikan ketersediaan benih dasar pada 2022, kemudian memproduksi benih sebar untuk area hingga 10 ribu hektare di Kabupaten Blitar sepanjang 2023–2024.(Kmf/Mkls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *