Pewarta.TV, Ponorogo – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Puguh (58), warga Dukuh Bulu, Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, resmi rampung seratus persen.
Meski sasaran utama TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo sudah selesai, semangat gotong royong belum berhenti dan anggota Satgas bersama keluarga Puguh melanjutkan pembangunan teras samping rumah sebagai tambahan fasilitas agar hunian semakin nyaman.
Di sisi utara rumah Puguh, terlihat sejumlah personel Satgas dan warga sibuk memasang kayu blandar dan kaso sebagai rangka utama teras. Dengan memanfaatkan material yang sudah ada, pekerjaan ditargetkan selesai dalam sehari.
Pembangunan teras tambahan ini muncul dari inisiatif keluarga besar Puguh. Setelah melihat hasil rehab rumah yang sudah kokoh, mereka merasa perlu menambah teras samping agar fungsi rumah lebih optimal.
“Setelah rumah adik saya, Puguh, selesai direhab saya senang sekali. Tapi rasanya ada yang kurang. Makanya kami rembukan untuk bikin teras sisi utara”, ujar Sutris, kakak kandung Puguh, Rabu (12/08/2026).
Sutris mengaku sangat terbantu dengan dukungan Satgas TMMD. Kehadiran TNI tidak hanya membantu tenaga dan percepatan kerja, tetapi juga memberi semangat agar budaya gotong royong tetap hidup di desa.
Di lapangan, suasana kebersamaan sangat terasa. Sebagian warga berada di atas perancah memasang rangka kayu, sebagian lain menyiapkan material. Harmoni antara TNI dan warga ini sudah menjadi pemandangan sehari-hari selama TMMD berlangsung di Bulu Lor.
Selain rehab RTLH, TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo juga menjalankan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan pembinaan untuk meningkatkan wawasan serta keterampilan masyarakat.
Dengan rampungnya rehab rumah Puguh dan pembangunan teras tambahan ini, manfaat TMMD semakin nyata dirasakan. Tidak hanya menghadirkan rumah yang layak huni.
“Program ini nyata dan masyarakat menikmati hasilnya. Selain itu juga memperkuat kemanunggalan TNI-rakyat dalam membangun desa dari hal paling mendasar”, pungkasnya. (ns)












