Pewarta.TV, Madiun – PT Kerata Api Daop 7 Madiun mencatat sebanyak 8.305 pelanggan warga negara asing (WNA) menggunakan layanan kereta api sepanjang Januari hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang mencatat sebanyak 7.486 pelanggan WNA. Data tersebut disampaikan Vice President of Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) Anne Purba dalam pertemuan dengan awak media di Madiun, Kamis (8/10/2026).
Menurut Anne, jumlah penumpang WNA di wilayah Daop 7 Madiun mengalami pertumbuhan sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah wisatawan asing yang menggunakan layanan kereta api di wilayah tersebut masih berada di kisaran 7.000 orang. “Ada kenaikan dibanding tahun lalu,” kata Anne
Secara nasional, KAI Group juga mencatat pertumbuhan kinerja angkutan penumpang. Sepanjang Januari-September 2026, jumlah penumpang mencapai 394,44 juta orang atau tumbuh 7,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan penggunaan kereta api semakin diminati untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mobilitas masyarakat, perjalanan antarkota, hingga perjalanan wisata.
Sejumlah layanan mencatat pertumbuhan cukup signifikan. LRT Jabodebek tumbuh sekitar 18,94 persen, sedangkan layanan KAI Wisata meningkat sekitar 23,04 persen. Pertumbuhan juga terjadi pada layanan KAI Commuter dan angkutan penumpang jarak lokal.
Peningkatan tersebutm Kata Anne, memperlihatkan semakin strategisnya transportasi berbasis rel dalam mendukung mobilitas masyarakat. Kereta api dinilai memiliki keunggulan dari sisi kapasitas angkut dan efisiensi perjalanan, terutama di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
Dari sektor angkutan barang, KAI juga mencatat volume pengiriman yang besar sepanjang Januari-September 2026. Angkutan batu bara menjadi komoditas dominan dengan volume sekitar 41 juta ton, sementara angkutan non-batu bara mencapai sekitar 9,1 juta ton.
“Pertumbuhan angkutan penumpang dan barang tersebut menjadi bagian dari evaluasi KAI untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat hingga akhir 2026, termasuk menyiapkan layanan menjelang periode Nataru
Selain itu, KAI juga melakukan uji coba angkutan hasil tani, kebun dan juga ternak dari Banyuwangi – Jakarta denga gerbong kusus. (ik)












