Example 728x250
Pemerintah

Pemkab Bondowoso Resmi Buka Tanam Raya Tembakau 2026

51
×

Pemkab Bondowoso Resmi Buka Tanam Raya Tembakau 2026

Sebarkan artikel ini

Pewarta.TV, Bondowoso – Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid resmi memulai musim tanam raya tembakau tahun 2026, di  Desa Mengok Kecamatan Pujer, Bondowoso,  Kamis, (21/05/2026).

Acara bertajuk “Gelar Tanam Tembakau: Sarasehan dan Seremoni Tanam Raya Tembakau 2026” diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPC APTI) Bondowoso ini mengusung tema “Menanam Harapan, Mengawal Kedaulatan Tembakau di Tengah Badai Regulasi”.

Melalui tema strategis ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk berdiri kokoh di garda terdepan bersama para petani dalam menghadapi berbagai tantangan kebijakan maupun ketidakpastian iklim.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid meng apresiasi kepada DPC APTI Bondowoso atas terselenggaranya forum dialog interaktif ini. Ia menekankan bahwa bagi masyarakat Bondowoso, tembakau bukan sekadar komoditas pertanian biasa.

Tembakau merupakan urat nadi perekonomian sekaligus warisan budaya yang menghidupi sekitar 5.000 petani di Bondowoso. Berdasarkan data tahun 2024, luas lahan tanam tembakau di daerah kita telah mencapai 8.424,40 hektare. Kita juga patut bangga karena Bondowoso memiliki varietas unggulan lokal, yaitu Maesan I dan Maesan II, yang kualitasnya sudah diakui oleh industri nasional.

Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari jajaran pemerintah daerah, APTI, akademisi, hingga pelaku usaha untuk memperkuat sinergi lintas sektor guna mengawal musim tanam ini agar sukses dan menghasilkan panen melimpah dengan harga jual yang adil.

Sementara  Sekretaris Jenderal (Sekjen) APTI Provinsi Jawa Timur, Mudi, menegaskan bahwa tembakau merupakan komoditas strategis dengan nilai ekonomi luar biasa yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan masyarakat, mulai dari petani, buruh, hingga sektor industri hasil tembakau

“Apa dilaksanakan ini adalah bagian dari ikhtiar kita sebagai petani tembakau dan warga masyarakat. Nilai ekonomis tembakau sangat luar biasa. Hari ini saja harganya bisa mencapai Rp400 ribu sampai Rp800 ribu. Artinya, manfaat ekonominya benar-benar bisa kita nikmati dan kelola sendiri” katanya

Sekjen APTI Jatim menambahkan, IHT memiliki kontribusi raksasa terhadap perekonomian nasional. Bahkan, rokok kretek sebagai produk khas Indonesia dinilai menjadi identitas budaya sekaligus kekuatan ekonomi unik yang tidak dimiliki oleh negara lain di dunia.

“Rokok kretek itu satu-satunya di dunia adalah milik Indonesia. Negara memperoleh manfaat ekonomi dan devisa yang besar dari sektor ini. Sektor ini menjadi sumber penghidupan jutaan masyarakat. Tercatat sekitar 6 juta orang menggantungkan hidupnya dari IHT yang tersebar di 13 provinsi dan 94 kabupaten/kota penanam tembakau, termasuk Bondowoso. Karena itu, petani tembakau harus bangga dan tetap semangat menanam tembakau” pungkasnya

Tidak sekadar memberikan dukungan moral, Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga menyalurkan bantuan sosial dan sarana produksi pertanian secara langsung sebagai stimulan produktivitas. Bantuan yang diserahkan meliputi paket bantuan pangan serta alat penunjang kerja pertanian berupa cangkul, sabit, dan caping. Stimulan ini dibagikan secara merata kepada 100 buruh tani dan 100 buruh wanita tani dengan harapan dapat mendongkrak kesejahteraan mereka selama musim tanam berlangsung. (bagus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *