Example 728x250
Pemerintah

Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan Resepsi Peringatan Hari Jadi Ke-350 Kabupaten Magetan

107
×

Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan Resepsi Peringatan Hari Jadi Ke-350 Kabupaten Magetan

Sebarkan artikel ini
Pagelaran Wayang Kulit Peringatan Hari Jadi Kabupaten Magetan ke 350 tahun di Alon-alon Magetan,Jumat (24/10/2025)

Pewarta.TV, MAGETAN – Malam resepsi puncak Hari Jadi ke-350 Kabupaten Magetan dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit di Alun – alon Magetan, Jumat, (24/10/2025) malam

Dengan menghadirkan Dalang kondang dari Surakarta, Ki Dalang Bayu Aji, , yang membawakan lakon “Banjaran Srikandi” turut dihadiri forkopimda Magetan, Anggota DPR RI Riyono Fraksi PKS, Anggota DPRD,  kepala OPD dan disaksikan ribuan warga semakin meriah dengan puluhan doorprize yang menarik dan pelawak dua JO yaitu Jo Klitik dan Jo Klutuk.

Selain itu, momentum ini juga dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Magetan untuk menyampaikan apresiasi. Secara simbolis, Pemkab Magetan memberikan piagam dan penghargaan kepada sejumlah masyarakat Magetan atas dedikasi, prestasi, dan jasa-jasa mereka yang secara berkelanjutan turut serta dalam pembangunan Magetan.

Bupati Magetan Nanik Sumantri  menyampaikan pesan kepada warga magetan untuk terus mengingat dan  mengenang jasa para pendiri Kabupaten Magetan

“Agar seluruh Masyarakat Magetan dimanapun berada terus mengenang, mengingat dan memaknai bahwa Kabupaten kita ini didirikan oleh pendirinya dengan penuh semangat, perjuangan yang tidak sederhana, perjuangan tanpa pamrih, dan semangat tanpa menyerah,” ungkap Bupati Magetan.

Bunda Nanik, kemudian mengambil contoh perjuangan pendiri Magetan, Ki Mageti, yang telah meninggalkan budi pekerti luhur dengan mengorbankan lahan beliau demi membangun Kabupaten ini.

Melalui pagelaran wayang kulit ini, bupati berharap agar seni dan budaya tradisional seperti wayang kulit terus dilestarikan dan dicintai oleh generasi muda.

“Wayang kulit adalah warisan budaya yang sangat berharga. Mari kita terus lestarikan dan kembangkan agar tidak punah,” pungkasnya (ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *