Pewarta.TV, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Tempat ini dipilih, sebagai pengingat bahwa pada 77 tahun silam di monumen ini terjadi tragedi kelam dan memilukan yang dilakukan PKI. Dimana saat itu para pejabat, tokoh agama, tokoh maupun masyarakat Madiun menjadi korban kekejaman partai terlarang itu.
Dengan mengambil tema ‘Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya’Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, bertindak Sebagai inspektur upacara,dan dihadiri oleh Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, Forkopimda, Sekda Ir Tontro Pahlawanto, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, para asisten Sekda, pimpinan OPD, para camat dan veteran dengan peserta dari ASN, TNI/Polri, BPBD, IPSI, mahasiswa, pelajar, Pramuka.

Bupati Madiun menegaskan bahwa stigma Kabupaten Madiun Raya ‘PKI’ itu sebenarnya salah, karena justru masyarakat Kabupaten Madiun menjadi korban kekejaman PKI.
“Hal ini penting untuk diluruskan, bahwa para leluhur kita itu justru berjuang untuk mempertahankan Pancasila. Stigma bahwa orang Madiun itu PKI, itu salah sekali. Justru kami (masyarakat Madiun) yang berjuang mempertahankan Pancasila agar tetap jaya,” jelas Bupati Madiun.
Untuk menghapus stigma tersebut, lanjut Bupati, salah satunya Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila selalu dipusatkan di Monumen Kresek. “Mereka (PKI) Adalah orang dari luar yang menggunakan Kabupaten Madiun sebagai tempat pergerakan mereka, tapi Alhamdulillah berkat perjuangan masyarakat dan TNI yang luar biasa, akhirnya mereka bisa ditumpas,” tandasnya (ik)












