Example 728x250
Pemerintah

KLH Verifikasi Kampung ProKlim Kabupaten Madiun sebagai Kandidat ProKlim Lestari 2026

9
×

KLH Verifikasi Kampung ProKlim Kabupaten Madiun sebagai Kandidat ProKlim Lestari 2026

Sebarkan artikel ini

Pewarta.TV, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menerima kunjungan  tim Kemetrian Lingkungan Hidup (KLH) untuk melakukan verifikasi lapangan penilaian kampung proklim kategori lestari  tahun 2026. Penilaian berlangsung selama dua hari 7-8 Agustus 2026

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, mengatakan  bahwa ProKlim merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Menurutnya, verifikasi menjadi bagian penting dalam proses penilaian yang dilakukan terhadap peserta ProKlim.

“Verifikasi ini dilakukan untuk melihat dan memastikan kesesuaian antara data serta dokumen yang telah disampaikan dengan kondisi dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh masyarakat di lapangan,” ujar Zahrowi saat nmendapingi Tim Verifikasi  Kampung Proklim di Bank Sampah Seventeen Kelurahan Munggut, Sabtu (8/8/2026)

Zahrowi menjelaskan bahwa penilaian ProKlim tidak hanya menitikberatkan pada kelengkapan administrasi, tetapi juga melihat keberlanjutan aksi yang telah dilakukan masyarakat.

“Kabupaten Madiun  adalah salah satu dari 7 Kabupaten di Jawa Timur yang ikut program Kategori Lestari . Untuk lokasi utamanya satu titik di dusun Seweru desa Kare  dan 10 lokasi binaan” jelasnya

Sementara menurut Tim Verifikasi Sekretariat  Kampung Proklim Kemetrian Lingkungan Hidup Dika Aditya mengatakan jika indikator penilaian proklim kategori lestari mencakup lima kriteria utama. Pertama, Kampung ProKlim harus telah meraih predikat ProKlim Utama selama dua hingga tiga tahun.

“Kampung Proklim harus telah meraih predikat ProKlim Utama Serifikat dan ProKlim Utama Trofi” Kata Dika

“ Nah Kabupaten Madiun telah mengusulkan ProKlim Nominasi Lestari meliputi penguatan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, penguatan kelembagaan, serta peningkatan penghijauan baik dari sisi jumlah maupun keragaman tanaman. Selain itu, program harus mendapat dukungan pemerintah daerah melalui kebijakan maupun pendampingan, serta menunjukkan peningkatan program yang berkelanjutan dan didukung penghargaan minimal tingkat provinsi” ujarnya

“Program ini bukan perlombaan, tetapi bentuk apresiasi terhadap aksi nyata masyarakat dalam menjaga lingkungan. Hari ini kami ingin melihat langsung implementasi di lapangan sekaligus mengumpulkan bukti dukung,” ujar Dika

Selama dua hari, tim melakukan diskusi mengenai aspek kelembagaan, adaptasi, mitigasi, dan spektrum kegiatan ProKlim. Pada hari kedua, tim mengunjungi 10 ProKlim binaan untuk memperoleh testimoni dan melihat langsung implementasi program.(ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *