Pewarta.TV, Blitar – Ternyata semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Desa Tingal, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, benar-benar patut diapresiasi. Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, warga Dusun Tingal menggelar Bazar UMKM Sedekah, Sabtu malam (25/10/2025), yang berlangsung meriah dan penuh suasana kekeluargaan.
Acara yang digelar di halaman Pondok Pesantren Hidayatullah dan disepanjang jalan sekitarnya, Desa Tingal ini menghadirkan ratusan pelaku UMKM dari berbagai RW. Mereka menampilkan aneka produk unggulan lokal, mulai dari makanan tradisional, minuman segar, jajanan pasar, hingga hasil bumi seperti sayur-mayur dan buah-buahan. Menariknya, seluruh produk tersebut dibagikan secara gratis kepada ribuan pengunjung yang hadir, sebagai wujud nyata dari semangat sedekah dan kebersamaan.

“Syukur Alhamdulillah, acara berlangsung meriah, penuh guyup rukun dan semangat gotong royong. Kita ingin Kabupaten Blitar berjaya dan berdaya, dan semangat itu kita mulai dari Desa Tingal ini,” ujar Kepala Desa Tingal, Muhidin, saat ditemui awak media di sela-sela acara.
Muhyidin menuturkan, kegiatan ini merupakan inisiatif murni masyarakat yang digerakkan atas dasar kebersamaan dan kepedulian sosial. Pemerintah desa, kata dia, hanya memberikan dukungan teknis seperti penyediaan perlengkapan, panggung hiburan, dan koordinasi lapangan.
Kegiatan bazar dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan doa bersama yang dipimpin para tokoh agama dan dihadiri jajaran Forkopimcam Garum. Seusai doa, para tamu undangan berkeliling meninjau stand bazar dan menyapa warga yang tampak antusias menyambut kedatangan mereka.
Suasana malam itu terasa sangat hangat. Alunan nasyid, hadrah, dan pentas seni anak-anak serta pemuda Desa Tingal menambah semarak acara. Di setiap sudut lokasi, tampak warga saling berbagi tawa sambil menikmati sajian hasil sedekah UMKM setempat.
Antusiasme masyarakat begitu luar biasa. Ribuan warga dari desa sekitar turut hadir menikmati kebersamaan dalam balutan semangat religius dan sosial yang kental. Banyak di antara mereka datang bersama keluarga, menikmati sajian sambil berfoto dan bercengkerama.
Menariknya, Bazar UMKM Sedekah ini bukan kegiatan baru. Tahun 2025 menjadi tahun keempat pelaksanaan tradisi ini. Meski sederhana, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong, sedekah, dan kepedulian sosial masih kuat berakar di tengah masyarakat pedesaan.
Sementara menurut H. Siono, seorang petani sukses asal Dusun Tingal yang banyak membantu pelaksanaan kegiatan ini, Bazar Sedekah berawal dari inisiatif bersama antara dirinya, para santri, dan masyarakat sekitar.
“Acara ini murni dari swadaya masyarakat. Semua hasil gotong royong warga. UMKM ikut berperan, masyarakat saling bantu. Jadi ini kegiatan dari, oleh, dan untuk warga Tingal,” ungkap H. Siono yang enggan disebut sebagai penyandang dana utama kegiatan.
Menurut salah satu pengunjung, Almahrya, mengaku sangat terkesan dengan suasana kebersamaan yang tercipta. “Kami senang sekali bisa ikut acara ini. Selain dapat makanan gratis, suasananya juga hangat dan penuh makna. Semoga tahun depan tetap diadakan dan lebih meriah lagi,” ujarnya.
Patut diacungkan jempol Bazar UMKM Sedekah Desa Tingal menjadi contoh nyata bahwa semangat berbagi dan kebersamaan masih hidup di tengah masyarakat. Dari desa kecil di Garum inilah, nilai-nilai gotong royong, sedekah, dan kebersamaan terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Blitar.(Muklas)












