Pewarta.TV, Ponorogo – Salah satu warga Dukuh Bulu, Desa Bulu Lor yang cukup kreatif dan jeli melihat peluang usaha adalah Giman (54). Mungkin tidak terpikir oleh warga desa lainnya, Giman mengembangkan usaha ternak ‘jangkrik’ dirumahnya. Dan pagi ini tampak Giman dan istrinya sedang beraktifitas panen jangkrik ternaknya untuk dijual kepada pengepul jangkrik sebagai pakan burung berkicau.
Kopda Mahfud Ali bersama dua orang rekannya yang memang sudah akrab dengan Giman, saat berangkat menuju sasaran kegiatan TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo menyempatkan diri membantu Giman panen ternak jakrik dirumahnya. Tampak mereka mewadahi jangkrik yang diberi pakan trai telor bekas dimasukkan dalam karung. Sabtu (25/07/26).
Sedangkan Andri (35), warga Kabupaten Magetan yang merupakan pembeli hasil panenan ternak jangkrik milik Giman ini menata karung-karung berisi jangkrik diatas motorya. Menurut pengakuannya, jangkrik-jangkrik ini akan dijual ke toko-toko pakan burung di wilayah Kabupaten Magetan.
“Memang didaerah sini baru saya yang mengembangkan usaha ternak jangkrik ini. Mungkin karena memang beternak jangkrik ini diperlukan ketelitian dan keseriusan sehingga tidak banyak yang menekuninya”, kata Giman.
Menurutnya, waktu panen dalam satu siklus ternak jangkrik ini membutuhkan waktu satu bulan, dan dirinya memang memiliki beberapa siklus sehingga bisa panen seminggu sekali.
Ditanya bagaimana manfaatnya hasil kegiatan fisik TMMD ke-129 ini bagi usahanya, Giman mengungkapkan, sangat bermanfaat, karena saat ini hasil panen diangkut hanya dengan motor. Nantinya kalau talud sudah jadi dan jalan sudah lebar dieinya berharap semoga hasil panen dapat diangkut dengan mobil, karena jalannya sudah bisa dilalui kendaraan roda empat.
“Dengan adanya TMMD ini tentunya bisa menunjang roda perekonomian daerah kami. Apalagi ketika waktu panen seperti saat ini. Semula hanya bisa diangkut memakai motor, semoga dengan selesainya TMMD nanti, kendaraan roda empat bisa masuk sehingga hasil panen meningka”, tukasnya. (ns/pam)












