Magelang, Pewarta.TV– Di tengah gencarnya kampanye ketahanan pangan nasional, kisah inspiratif datang dari Magelang. Aman Surya, Ketua Koperasi Karya Kita Jaya, berhasil membuktikan bahwa kemandirian pangan dapat dimulai dari skala rumah tangga. Bermodalkan hanya 10 ekor ayam betina dan 1 ekor jantan delapan bulan lalu, kini kandangnya dihuni ratusan ekor ayam Kuntara yang sehat dan produktif.
Sebagai alumnus BSM Angkatan 41, Aman Surya menerapkan ilmu yang didapatkannya secara disiplin. Ia tidak sekadar beternak, tetapi membangun ekosistem pertanian terintegrasi melalui koperasinya yang beranggotakan lebih dari 700 orang. Program yang dikembangkan mencakup budidaya tanaman, pengolahan limbah organik, hingga peternakan berbasis pakan alami dan fermentasi.
Kunci keberhasilan Aman Surya terletak pada penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dan inovatif. Ia memanfaatkan bahan-bahan herbal seperti kunyit, temulawak, jahe, eco enzyme, hingga kepiting fermentasi untuk meningkatkan imunitas dan produktivitas telur. Hasilnya, tingkat kematian ayam sangat minim. “Alhamdulillah hampir tidak ada yang mati. Telur yang gagal menetas pun kami olah menjadi jamu fermentasi sebagai suplemen,” ungkapnya.
Inovasi juga diterapkan dalam menekan biaya pakan. Melalui kerja sama dengan program MBG (Meja Makan Bergizi), sisa makanan layak konsumsi diolah dan difermentasi menjadi pakan bernutrisi tinggi. Strategi ini tidak hanya memangkas biaya produksi, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan limbah makanan. Dukungan penuh dari sang istri, dr. Isna, serta keterlibatan kedua putranya dalam mengelola kolam azolla dan pemeliharaan kandang, menjadikan usaha ini sebagai pendidikan karakter bagi generasi muda.
Pemasaran produk pun berkembang secara organik. Melalui media sosial, setiap unggahan aktivitas peternakan langsung mendatangkan pesanan telur, membuktikan bahwa kualitas dan transparansi adalah kunci kepercayaan konsumen.
Menurut Aman Surya, modal terbesar dalam peternakan bukanlah uang, melainkan kemauan belajar, ketelatenan, dan keberanian berinovasi. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui kolaborasi, ilmu pengetahuan, dan kerja keras. Semoga ikhtiar ini menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan bagi keluarga, koperasi, dan masyarakat luas. (Red/Rochmad. T)












