Example 728x250
Serba-Serbi

Bank Jatim Ponorogo Bazarkan Ratusan Paket Sembako Murah

131
×

Bank Jatim Ponorogo Bazarkan Ratusan Paket Sembako Murah

Sebarkan artikel ini

Pewarta.TV. Ponorogo – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk yang notabene badan usaha milik daerah (BUMD) Pemprov Jatim menggelar bazar sembako murah selama dua hari (Rabu, 18/3/2025 hingga Kamis, 19/3/2025) di depan Paseban Alun-Alun Ponorogo.

‘’Bazar ini semangatnya adalah operasi pasar murah untuk menyikapi tren kenaikan harga sejumlah komoditas setiap menjelang datang Idul Fitri,’’ kata Kepala Bank Jatim Cabang Ponorogo Siti Herminingsih.

Pihaknya menyediakan 600 paket sembako dengan harga lebih rendah dari pasaran. Masyarakat cukup menebus beras 3 kilogram, gula pasir sekilo, dan minyak goreng seliter itu seharga total Rp 60 ribu. Bank Jatim sebelumnya sudah membagikan voucher ke khalayak umum untuk menghindari antrean. ‘’Dapat berhemat lima belas ribu rupiah untuk belanja satu paket sembako,’’ kata Siti Herminingsih

Dia berharap bazar sembako murahnya turut andil mengendalikan gejolak harga atau inflasi yang dominan dipengaruhi oleh kejutan dalam kelompok bahan makanan. Karena itu, komoditas beras, gula pasir, dan minyak goreng yang dipilih untuk dibazarkan. ‘’Hukum penawaran berbanding permintaan sedang terjadi di pasar. Melonjaknya harga barang kebutuhan pokok menjelang Lebaran karena dampak tingginya permintaan,’’ jelas bankir perempuan itu.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Ponorogo Lisdyarita mengapresiasi kepedulian Bank Jatim mengurangi beban masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan bahan pangan. Seyogianya badan usaha maupun perusahaan swasta lainnya juga melakukan upaya yang sama sebagai bentuk tanggung jawab sosial.’’Perlu upaya nyata bersama untuk mengendalikan inflasi yang terjadi di daerah,’’ terang Bunda Rita –sapaan Wabup Lisdyarita.

Menurutnya Pemkab Ponorogo sudah menyiapkan sejumlah langkah mengendalikan gejolak harga komoditas pangan yang kerap terjadi di pasaran. Ada peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Ponorogo yang ketua hariannya dirangkap Sekda Agus Pramono. Bahkan, pihaknya sudah mematangkan rencana pembangunan pasar sayur sebagai penguat kecukupan stok domestik. Keanggotaan TPID terdiri sejumlah perangkat daerah di lingkup Pemkab Ponorogo, Kantor Bank Indonesia (KBI), Biro Perekonomian Pemprov Jatim, Bulog, serta BUMD. ‘’Bukan tidak mungkin, BUMD berperan sebagai pemasok kebutuhan pasar untuk mengendalikan harga barang kebutuhan masyarakat,’’ ungkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *