Example 728x250
Pemerintah

Paripurna DPRD Ponorogo, Sampaikan Nota Keuangan P-APBD 2025 Targetkan PAD Tembus 1 Triliun

22
×

Paripurna DPRD Ponorogo, Sampaikan Nota Keuangan P-APBD 2025 Targetkan PAD Tembus 1 Triliun

Sebarkan artikel ini

Pewarta.TV, Ponorogo – Penyampaian Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2025, dibahas dalam rapat paripurna yang diselenggarakan oleh DPRD Kabupaten Ponorogo di Ruang Rapat Paripurna, Selasa (24/06/2025).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Dwi Agus Prayitno, didampingi para Wakil Ketua yakni Evi Dwita Sari, Pamuji, dan Anik Suharto. Selain itu hadir juga dari pihak eksekutif, Wakil Bupati Hj. Lisdyarita, beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Lisdyarita menyampaikan pengantar Nota Keuangan P-APBD 2025 yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan hasil harmonisasi oleh Badan Anggaran DPRD.

Menurut Ketua DPRD Dwi Agus Prayitno mengatakan bahwa penyampaian Nota Keuangan ini merupakan langkah awal dalam pembahasan perubahan APBD tahun 2025. Mengacu pada edaran Kementerian Dalam Negeri, keputusan terkait P-APBD tahun 2025 harus ditetapkan paling lambat minggu pertama Juli 2025.

“Penyampaian nota perubahan APBD 2025 ini merupakan titik awal pembahasan, dan waktunya lebih cepat dari biasanya. Kalau dulu pembahasan dilakukan Agustus-September, sekarang sudah kita mulai sejak Juni,” kata Dwi Agus Prayitno.

Lebih lanjut, Dwi Agus Prayitno menambahkan, percepatan ini diiringi dengan dorongan terhadap Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar beban APBD bisa lebih ringan ke depannya.

“Artinya kita kebut karena percepatan waktu. Kita mendorong peningkatan PAD yang otomatis akan meringankan beban APBD. Saat ini PAD berada di angka Rp 480 miliar, dan mudah-mudahan bisa menembus Rp 500 miliar tahun ini,” imbuhnya.

Dirinya juga menyebutkan, pada tahun sebelumnya telah terjadi peningkatan PAD sebesar Rp 36 miliar. Jika ada kenaikan lagi sebesar 3,49 persen, khususnya dari kontribusi RSUD, maka target jangka panjang untuk mencapai PAD sebesar Rp 1 triliun pada tahun 2030 dinilai realistis.

“Kalau bisa naik sekitar 3,49 persen misa dari RSUD bisa naik dan lainya maka tahun depan bisa mencapai sekitar Rp 500 miliar, sehingga tren menuju angka Rp 1 triliun pada 2030 bisa tercapai,” tandasnya. (adv/ns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *