Pewarta.TV, Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan Jawa Timur melalui kantor dinas sosial saat ini sudah mempersiapkan lahan, untuk digunakan lokasi sekolah rakyat
Pemerintah daerah menjalankan program sekolah rakyat dari kementrian sosial agar program ini segera terlaksana dapat dirasakan oleh rakyat di dunia pendidikan
Berdasar data diajukan kantor dinas sosial Magetan mengajukan ke kementrian sosial yakni untuk bangunan sekolah rakyat permanen di Kelurahan Manisrejo
“Jadi yang kita usulkan untuk sekolah rakyat permanen di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Karangrejo sudah dilakukan surve pada 6 September lalu, namun hasilnya akan dilakukan zoom terkait kesanggupan dan kesiapan pemkab magetan untuk sekolah rakyat yang nanti akan diundang langsung kepala daerah dengan kementrian PU terkait hasil surve, namun hingga saat ini zoom itu belum terlaksana” kata Parminto Budi Utomo Kepala Dinas Sosial Magetan, Kamis (13/11/2025)
Pihaknya juga telah melaksanakan koordinasi bersama tim dan Wakil Bupati langsung bertemu dengan Menteri sosial, akhirnya setuju untuk sekolah rakyat rintisan di Magetan
Awalnya Magetan mengajukan ke pusat di SDN Negeri 4 selosari untuk sekolah rakyat rintisan setelah diverifikasi untuk rehap, serta penambahan sarana dan prasarana cukup berat sehingga tidak bisa dilanjutkan sehingga kita mencari lokasi lain
“Kemaren kita sudah membuat proposal untuk sekolah rakyat rintisan kita alihkan ke Gudeng Literasi dengan harapan bisa untuk 4 rombongan belajar (Rombel)yakni untuk SD 2 Rombel dan SMP 2 Rombel dengan total sebanyak 100 siswa dan untuk pelaksanaan sekolah rakyat rintisan akan dimulai pada tahun ajaran 2026-2027“jelasnya
Sementara untuk calon siswa yang diperbolehkan menjadi peserta didik adalah siswa yang masuk kategori desil 1 dan desil 2
“Calon siswa nanti adalah siswa anak orang yang masuk desil 1 dan desil 2 DTSEN data tunggal social ekonomi nasional yang memang miskin “ujarnya
Para siswa tidak hanya akan menerima kurikulum biasa, namun juga akan menerima kurikulum, pengasuhan, pembinaan, dan pembinaan karakter
“Tidak saja menerima kurikulum biasa tapi mereka juga menerima kurikulum pengasuhan, pembinaan karakter, pembentukan karakter sehingga memang 24 jam Mereka ada di sekolah rakyat, kemudian nantinya di sana juga akan dilengkapi asrama dan tempat ibadah” terang Parminto
Dengan didirikanya sekolah rakyat ini digunakan untuk menampung siswa jenjang SD maupun SMP akan membantu warga kesulitan menyekolahkan anaknya, untuk mendapat hak pendidikan.(ik)












