Pewarta.TV, Madiun – Dalam rangka upaya mengatasi perubahan iklim, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun mengajak masyarakat melaksanakan Gerakan Penanganan Dampak Perubahan Iklim (DPI)
Kegiatan dilaksanakan di Bali Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Selasa (11/11/2025) dihadiri Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, UPT Proteksi Provinsi Jawa Timur, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Madiun, Kepala Desa Glonggong, Poktan Beno Raharjo Desa Glonggong, dan undangan lainya
“ Saat ini kami dari Direktorat perlindunga tanaman pangan dan juga dari UPT proteksi Provinsi Jawa Timur serta dari dinas pertanian dan perikanan Kabupaten Madiun menyelenggarakan kegiatan gerakan penanganan dampak perubahan iklim terutama terkait menangani mitigasi banjir, hal ini kita lakukan Bersama kelompok tani untuk nanti melakukan perbaikan atau pembersihan saluran – saluran yang ada, sehingga nanti buangan dari hujan bisa keluar dari sawah “ kata Ardi Praptono, Direktur Perlindunga Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur
Pembersihan ini, lanjut Ardi, memberdayakan petani untuk bisa melakukan pembersihan dan di sisi lain soal persawahan yang ada tentu ada dukungan mesin pertanian

“ Insyaallah kita upayakan bersama dan disaat nanti sebelum panen alat mesin pertanian bisa hadir di Desa Glonggong ini “ ujarnya
Selain itu, diharapkan pertanian di Desa Glonggong ini menjadi pertanian ramah lingkungan untuk mengembalikan struktur tanah agar Lestari dan berkelanjutan
“ Kami berharap pertanian disini ramah lingkungan artinya mengurangi penggunakan pupuk kimia, pestisida kimia kemudian bisa mendorong mengembalikan struktur tanah kita sehingga nanti bisa Lestari atau sistim mebel atau berkelanjutan” harapnya
Menurutnya, Gerakan Penanganan Dampak Perubahan Iklim merupakan suatu usaha penting untuk melindungi produksi padi dari efek negatif perubahan iklim. Ini melibatkan pengembangan varietas tahan iklim ekstrem, penerapan praktik pertanian berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi modern untuk menjaga hasil produktivitas padi guna terciptanya ketahanan pangan.
“Gerakan ini dilaksanakan dengan semangat dalam bentuk kegiatan menyusuri saluran irigasi untuk membersihkan sampah dan tumbuhan yang menghambat aliran irigasi,” pungkasnya (ik)












