Pewarta.TV, Magetan – Hingga saat ini program MBG (Makan Bergizi Gratis) masih dilaksanakan di Magetan Jawa Timur, belum menemui kendala, kasus keracunan, bagi siswa atau penerima manfaat makan bergizi gratis.
Dengan makan bergizi gratis diharapkan siswa sekolah, maupun ibu hamil dan menyusui penerima manfaat mendapatkan asupan gizi, vitamin, menyongsong Indonesia Sehat dan Indonesia Emas 2045.
Dijelaskan Suratno, Ketua DPRD Magetan Jawa Timur, DPRD Magetan mendorong kelanjutan program MBG, namun dengan sistem pengawasan ketat, perlunya sinergis lintas instansi.
Menurutnya, program makan bergizi gratis, selain menyerap tenaga kerja juga mengangkat hortikultura, bagi petani, peternak di area lereng gunung lawu, dan UMKM lain di wilayah Magetan.
Suratno menambahkan pentingya pemetaan zonasi, wilayah sebaran penerima manfaat makan bergizi gratis, saat ini penerima masih di subsidi dari kecamatan lain, agar mudah dalam pengawasanya.
“Kemarin dari beberapa fraksi, waktu pandangan umum fraksi disampaikan. Harus ada evaluator dan kerja sama langsung dari Kemenkes sudah disampaikan. MBG Seyodiya nya kerja sama dengan Dinas Kesehatan, dengan ahli Gizi, berkolaborasi agar jangan sampai Magetan terdampak seperti, Kabupaten lain yang keracunan” ucapnya, Senin (6/10/2025)
Menurutnya, peristiwa seperti keracunan ini cambuk bagi Kabupaten Magetan.”Untuk lebih selektif baik bahan bakunya, pengawasannya, tenaganya, dan komponen yang ada di MBG. Yang tidak kalah pentingnya, satu menjadi PR bersama bagaimana pementaan zonasi. Dan intinya DPRD Magetan mendukung keberlanjutan program MBG ini,” pungkasnya (jk)












