Pewarta,TV, Magetan – Memasuki masa panen raya cabe rawit di Magetan Jawa Timur saat ini harga merosot, petani cabe merugi tak dapat mengembalikan modal awal tanam. Saat musim kemarau kualitas cabe di lereng lawu tak mengalami kebusukan, namun tak laku dijual dengan harga mahal
Petani cabe rawit di desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan tak dapat menikmati hasil panen cabe dengan harga mahal justru petani cabe menderita kerugian saat panen raya
Dialami Sugiarto, tanaman cabe rawit ia tanam di pekarangan depan rumah hargnya anjlok, murah seharusnya terjual seharga 40 ribu rupiah perkilo, kini hanya 27 ribu rupiah
Murahnya harga cabe disebakan akibat memasuki masa panen raya cabe, saat ini terjadi di wilayah Magetan, sehingga pasokan cabe di pasar melimpah, cabe tingkat petani tak laku dijual
“Saat kemarau ini kualitas cabe sangat bagus, namun harganya anjlok, yang seharusnya 40 ribu perkilo kini Cuma dihargai 27 ribu perkilonya” kata Sugiarto, Petni cabe desa Sidomukti, Minggu (21/9/2025)
Ia hanya bisa pasrah dengan kondisi ini, berharap harga cabe rawit kebutuhan bumbu dapur harian kembali naik, petani tidak merugi
“Ya harapan kami harga Kembali normal kisaran 40 ribu agar kami tidak rugi, bisa mengembalikan modal” pungkasnya (jk)












