Pewarta.TV, Magetan – Saat musim kemarau mendatangkan berkah melimpah bagi petani ketela rambat di lereng gunung lawu, di Desa Sambirobyong, Kecamatan Sidorejo, Magetan Jawa Timur
Musim kemarau, hasil panen ketela rambat kwalitas bagus, selain itu juga saat ini banyak pembeli kesulitan mendapatkan ketela rambat untuk dikonsumsi dan kebutuhan lain
Seperti dialami Slamet, petani ketela rambat di Desa Sambirobyong, Sidorejo saat kemarau harga ketela rambat naik hingga tiga ratus persen dibanding saat musim hujan
Saat ini harga ketela rambat capai lima ribu rupiah perkilo, saat musim hujan atau harga murah ketela rambat hanya dapat terjual delapan ratus rupiah perkilo
“ Kemarau ini harga naik 300 persen lima ribu rupiah dibanding musim hujan sangat murah hanya 800 rupiah perkilonya” kata Slamet
“ Adapun jenis ketela rambat di tanam petani lereng gunung lawu ialah ketela rambat Mutiara, cilembu, ace bandung, Banyuwangi dan ketela majalengka, semua jenis ketela rambat ini saat ini mahal” tambahnya
Dengan mahalnya harga ketela rambat, petani diuntungkan biaya modal awal petani dapat naik hingga tiga kali lipat, petani merasa magetan beruntung, Sejahtera di balik program swambada pangan (red)












