Example 728x250
BudayaSerba-Serbi

Buku Antologi Puisi dari Mantan Reporter RRI

181
×

Buku Antologi Puisi dari Mantan Reporter RRI

Sebarkan artikel ini
Kris Mariyono, mantan reporter RRI Surabaya, merilis buku antologi puisi “Rona Rona Kehidupan” berisi 66 karya pada ulang tahunnya ke-66 di Sanggar Alang-Alang Surabaya.

Pewarta.TV. Surabaya – Usia pensiun tidak menghalangi untuk terus berkarya. Kris Mariyono, mantan reporter RRI Surabaya yang terus aktif di dunia literasi, Kamis sore kemarin (17/7), merilis buku antologi puisi dan coretan ke-2 bertajuk Rona-Rona Kehidupan di Sanggar Alang-Alang, Jalan Gunung Sari 24, Surabaya. Penerbitan buku ini sekaligus menandai ulang tahunnya yang ke-66.

Buku antologi setebal 118 halaman itu memuat 66 karya Kris Mariyono dan terbagi dalam empat bab, yaitu Rona Pribadi, Rona Sahabat, Rona Alam, dan Rona Kehidupan. Beberapa sahabat Kris memberikan pengantar dan testimoni dalam antologi tersebut, antara lain: komedian Djadi Galajapo, wartawan senior dan penulis 17 buku Amang Mawardi, Ketua Yayasan Pendidikan 17 Agustus 1945 J. Subekti, sastrawan Zoya Herawati, budayawan Henry Nurcahyo, serta dua founder Swayanaka, Prof. Dr. Noerwati dan Dr. Sundari.

Hadir dalam acara tersebut sekitar 20 anak jalanan yang tergabung dalam Sanggar Alang-Alang binaan Didiet HP (73 tahun), eks reporter TVRI Surabaya. Juga beberapa sahabat, antara lain Widodo Basuki (Pemred majalah berbahasa Jawa Jayabaya), Amang Mawardi, Ita Nafsiah, Denting Kemuning, dr. Sundari, dan Arief Wong.

Pemilihan Sanggar Alang-Alang sebagai tempat peluncuran buku memang sudah dirancang jauh hari oleh Kris, terutama untuk memberikan motivasi kepada anak-anak jalanan Sanggar Alang-Alang agar semangat belajar dan berkreasi.

Selain itu, Kris memang mempunyai hubungan persahabatan dengan Mbah Didiet—panggilan akrab pembina sanggar. Lewat judul buku antologinya, Kris ingin mengenang kembali program fitur besutan Didiet HP di era 80–90-an yang tayang seminggu sekali di TVRI Surabaya.

“Judul programnya Rona-Rona. Saya terinspirasi dari program fitur itu, maka buku antologi ini saya beri judul Rona-Rona Kehidupan. Ini salah satu alasan kenapa saya bikin acara di Sanggar Alang-Alang, sekalian tilik sahabat lama dan kakak senior saya di Akademi Wartawan Surabaya (kini Stikosa AWS),” ujar Kris.

Didiet HP yang kini berusia 73 tahun sangat menyambut gembira atas kegiatan peluncuran buku di sanggar yang telah didirikannya kurang lebih 30 tahun lalu.
“Saya senang bisa bertemu sahabat lama saya. Semoga membawa hikmah dan memacu semangat saya dan anak-anak sanggar,” ujarnya.

Di kalangan komunitas wartawan dan seniman, Kris Mariyono dikenal sebagai pegiat literasi yang sangat energik. Ia terlibat aktif sebagai pengurus di berbagai organisasi dan komunitas. Antara lain sebagai Ketua Komunitas Warumas (Wartawan Usia Emas) yang sudah menerbitkan tujuh buku antologi puisi bersama, Ketua Komunitas Perupa Delta (Komperta), Pembina Komunitas Guru Penulis Sidoarjo (KGPS), pengurus Komunitas Seni Budaya Brang Wetan, dan Dewan Pengurus Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda). Ia juga aktif menulis di majalah Media PGRI.

(Redho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *