Pewarta.TV, Magetan – Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Magetan menyembelih hewan kurban sapi jenis limosin seberat 999 kg bantuan Presiden Prabowo Subianto, pada Minggu (8/6/2025)
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Nur Haryani mengatakan tidak ada persiapan khusus dalam penyembelihan sapi tersebut. Namun demikian sebelum disembelih sapi harus ditenangkan dahulu agar kualitas dagingnya terjaga
“ Sapi kita tenangkan dulu agar tidak stres, karena berpengaruh pada kualitas daging. Jadi kita tenangkan dulu baru dilakukan penyembelihan” kata Nur Haryani
Menurutnya daging kurban akan disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan. Diantaranya Masjid Agung Baitussalam dan beberapa masjid lainnya.
“Hari ini kita memotong sapi masyarakat sebanyak 10 ekor. Ditambah sapi dari bantuan Pak Presiden, dari Bu Gubernur sama dari Pemkab 3 ekor,” ujarnya
Ia menjelaskan jika di RPH Magetan juga mempersiapkan juru sembelih halal (Juleha), selain itu juga mengandeng pemboleng dari jagal TPH
“Ada Juru Sembelih Halal (Juleha) dibantu juru pemboleng dari para penjagal dari Tempat Pemotongan Hewan (TPH), sebelum disembelih hewan kurban melalui pemeriksaan antemortem, sebelum disembelih, dan setelah disembelih dilakukan pemeriksaan postmortem” terangnya
Terkait pemberian hewan kurban dari Presiden Prabowo Subianto, Ia mengucapkan terimakasih, bantuan yang luar biasa dan membawa berkah untuk masyarakat, selain itu akan menjadikan motivasi bagi peternak untuk membudidayakan sapi yang unggul.
Terkait untuk biaya sembelih kurban untuk peringatan hari besar keagamaan tidak dipungut biaya (gratis), saat hari biasa dikenakan beban biaya Rp.35.000 untuk sapi jantan, dan Rp.50.000 untuk sapi betina.
“Sapi betina lebih mahal, karena perlu dilakukan pengecekan status reproduksinya, sebelum di sembelih,” ujarnya
Nur Haryani menyampaikan sampai saat ini, berdasarkan pemeriksaan, semua daging kurban sehat layak dikonsumsi, baik hati maupun dagingnya. “Hingga Senin (9/6/2025) ada 135 ekor hewan kurban, yang masuk di RPH tidak ditemukan penyakit pada hewan, semuanya sehat dan layak konsumsi,” pungkasnya (ik/adv)












