Pewarta.TV, Madiun — Merespons musim kemarau panjang yang berdampak pada menyusutnya pasokan air, Pemerintah Desa (Pemdes) Sidorejo, Kecamatan, Wungu, Kabupaten Madiun bersama ratusan warga dan Pesantren menggelar ibadah Salat Istisqa (salat memohon hujan). Ibadah ini berlangsung khidmat dan penuh haru di lapangan terbuka desa setempat.
Kepala Desa Sidorejo menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk ikhtiar bersama, baik secara sosial maupun spiritual, di tengah kesulitan warga menghadapi krisis air.
“Kami menggandeng seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menengadahkan tangan, memohon rahmat Allah SWT agar hujan yang membawa berkah segera turun membasahi wilayah Sidorejo,” ungkapnya.

Ratusan jemaah yang terdiri dari perangkat desa, warga sekitar, para santri, serta pengurus Pesantren Khairunnas tampak memadati area salat sejak pagi.
Bertindak sebagai imam dan khatib dalam pelaksanaan ibadah tersebut adalah tokoh agama setempat Dalam khotbahnya, khatib mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak istigfar, introspeksi diri, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama di masa sulit ini.
Suasana haru sangat terasa saat doa dipanjatkan di penghujung rangkaian ibadah. Sebagian jemaah tampak meneteskan air mata, berharap kemarau segera berakhir sehingga lahan pertanian dapat kembali produktif dan kebutuhan air bersih warga sehari-hari dapat terpenuhi.
Kolaborasi antara Pemdes Sidorejo, warga, dan lembaga pendidikan agama ini tidak hanya menjadi sarana memanjatkan doa, tetapi juga memperkuat kerukunan dan solidaritas sosial masyarakat di tengah ujian musim kemarau.(Rojiqi)












